Connect with us

Olahraga

FIFA Selidiki FAM soal Dugaan Pemalsuan Dokumen Tujuh Pemain Naturalisasi

FIFA selidiki FAM atas dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Sanksi denda besar dijatuhkan dan proses hukum lintas negara disiapkan.

Logompn

Published

on

Fifa selidiki fam soal dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi
FIFA. Gambar : Reuters/Arnd Wiegmann

MPN Indonesia 20 November 2025 - FIFA resmi membuka penyelidikan terhadap Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.

Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan rilis laporan setebal 63 halaman pada Selasa (18/11), yang sekaligus menolak banding FAM dalam kasus tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan akan berfokus pada operasional internal FAM dan kemungkinan keterlibatan individu dalam praktik pemalsuan.

Kasus ini melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia, yaitu Gabriel Palmero, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazábal.

Ketujuh pemain tersebut diketahui menggunakan dokumen palsu untuk memperoleh kewarganegaraan Malaysia.

Dalam laporan investigasi FIFA, bukti percakapan WhatsApp antar pemain turut disertakan sebagai bagian dari temuan.

“Sangat penting bagi otoritas terkait untuk diberitahu agar penyelidikan dan proses pidana yang tepat dapat dilakukan,” ujar FIFA dalam laporannya, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Kamis (20/11).

FIFA juga menyatakan bahwa dokumen para pemain itu mencantumkan kakek-nenek mereka berasal dari Malaysia, namun hasil penyelidikan menunjukkan informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Temuan ini akan dilaporkan kepada otoritas di Malaysia, Brasil, Argentina, Belanda, dan Spanyol untuk langkah hukum lebih lanjut.

Detail Sanksi dan Proses Banding

Sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda 350 ribu Franc Swiss atau sekitar Rp7,2 miliar kepada FAM.

Sementara itu, ketujuh pemain yang terlibat dikenai denda 2.000 Franc Swiss dan larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola selama 12 bulan.

Hukuman ini diberlakukan setelah para pemain tersebut turun dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia 2027, termasuk saat Malaysia menang 4-0 atas Vietnam pada Juni lalu.

Baca Juga:  Target Awal John Herdman di Timnas Indonesia: Piala AFF 2026, AFC Nations, dan FIFA Series

FAM sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Namun FIFA menilai bahwa tidak ada dasar hukum kuat dalam dokumen banding tersebut.

FIFA menyebut laporan banding FAM tidak memberikan justifikasi yang memadai dan menyatakan akan mempertimbangkan catatan tambahan terkait kasus ini.

Tujuan Investigasi dan Langkah Hukum Lintas Negara

FIFA menyebut investigasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pemalsuan dokumen, menilai efektivitas tata kelola internal FAM, dan menentukan apakah perlu adanya sanksi tambahan terhadap pejabat FAM.

“Investigasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas pemalsuan dokumen, menilai kecukupan dan efektivitas mekanisme kepatuhan dan tata kelola internal FAM, serta menentukan apakah tindakan disiplin tambahan diperlukan terhadap pejabat FAM,” ungkap FIFA.

Penyelidikan juga diarahkan pada kemungkinan keterlibatan jaringan internasional, mengingat data palsu terkait asal-usul kakek-nenek pemain mencakup beberapa negara.

FIFA menilai pelanggaran ini tergolong berat dan berpotensi mengarah pada proses pidana.

Karena itu, laporan tersebut akan diteruskan ke otoritas pidana di lima negara, yaitu Malaysia, Brasil, Argentina, Belanda, dan Spanyol.

Dengan langkah ini, FIFA membuka peluang adanya sanksi tambahan kepada FAM apabila pengadilan arbitrase internasional memutuskan demikian berdasarkan fakta dan hasil investigasi lanjutan.

(AKM/NID/RAD)

Trending