Connect with us

Internasional

Tim Penyidik Temukan Kejanggalan saat Pesawat Kargo Emirates Tergelincir ke Laut di Bandara Hong Kong

Investigasi awal kecelakaan pesawat Emirates di Hong Kong ungkap lonjakan tenaga mesin, autobrake tidak aktif, dan dua petugas keamanan tewas.

Logompn

Published

on

Tim penyidik temukan kejanggalan saat pesawat kargo emirates tergelincir ke laut di bandara hong kong
Tim Penyidik Temukan Kejanggalan saat Pesawat Kargo Emirates Tergelincir ke Laut di Bandara Hong Kong. Gambar : AFP/Peter Parks

MPN Indonesia 20 November 2025 - Kecelakaan pesawat kargo Emirates di Bandara Internasional Hong Kong pada Senin (20/10) menewaskan dua petugas keamanan dan memunculkan sejumlah temuan teknis dari investigasi awal.

Pesawat Boeing 747 dengan nomor penerbangan EK9788 tergelincir dari landasan utara, menabrak mobil patroli keamanan, dan berhenti di perairan bersama kendaraan tersebut.

Tim investigasi Air Accident Investigation Authority (AAIA) Hong Kong menemukan bahwa sesaat setelah menyentuh landasan pada pukul 03.52, mesin nomor 4 mengalami lonjakan tenaga dorong hingga 90 persen, lalu naik menjadi 107 persen dalam 12 detik.

Lonjakan ini menyebabkan akselerasi tidak lazim dan membuat pesawat kehilangan kendali.

“Anda tidak memberi tenaga ke mesin saat pendaratan karena tujuan Anda adalah memperlambat pesawat,” ujar Darryl Chan Chun-hoi dari Aircraft Division Hong Kong Institute of Engineers, dikutip MPN Indonesia dari South China Morning Post (SCMP), Kamis (20/11).

Hong Kong Professional Airline Pilots Association melalui Steven Dominique Cheung juga menegaskan bahwa kehilangan kendali sangat mungkin terjadi ketika satu mesin bertenaga tinggi sementara tiga lainnya tidak aktif.

Investigasi Awal dan Temuan Teknis

Pesawat kargo Emirates EK9788 yang datang dari Dubai dioperasikan oleh ACT Airlines, maskapai kargo sewaan asal Turki.

Laporan awal AAIA berisi temuan faktual dari pengumpulan bukti tahap awal dan belum menyimpulkan penyebab akhir kecelakaan.

“Hasil analisis akan memungkinkan tim penyelidik menentukan keadaan, penyebab, dan faktor penyumbang kecelakaan ini,” tulis AAIA.

Investigasi menemukan bahwa mesin nomor 4 di sisi kanan pesawat menyebabkan pesawat membelok ke kiri keluar dari landasan.

Tuas tenaga mesin juga ditemukan berada pada posisi dorongan penuh.

Baca Juga:  Pakistan Tangkap Pilot Perempuan Pertama India

Selain itu, thrust reverser pada mesin nomor 4 tidak berfungsi sebelum penerbangan menuju Hong Kong. Sistem ini seharusnya membalikkan arah dorong saat pesawat mendarat.

Sistem autobrake atau pengereman otomatis juga diketahui tidak aktif setelah pesawat menyentuh landasan, sehingga kru harus menggunakan pengereman manual.

Menurut Cheung, autobrake pada Boeing 747 biasanya aktif otomatis saat pendaratan, tetapi dapat nonaktif jika sistem mendeteksi adanya tenaga dari salah satu mesin.

Kondisi ini dapat membuat komputer pesawat menafsirkan bahwa pilot berniat melakukan go-around.

Chan menjelaskan bahwa anomali tersebut dapat menyebabkan komputer memutus koneksi autobrake, meski pilot dilatih untuk menggunakan pengereman manual apabila diperlukan.

Korban Jiwa dan Proses Investigasi

Dua petugas keamanan bandara tewas setelah mobil patroli mereka tertabrak pesawat dan ikut masuk ke laut.

Hingga kini, AAIA belum menyampaikan alasan mengapa autobrake tidak aktif, dan penyelidikan masih berlangsung.

Pemerintah melalui Biro Transportasi dan Logistik Hong Kong menargetkan laporan final rampung dalam satu tahun, meski proses investigasi kasus serupa kerap memakan waktu lebih lama.

Asosiasi Hak Korban Kecelakaan Industri menyebutkan bahwa pihak berwenang telah menemui keluarga korban untuk menjelaskan isi laporan awal.

(ADN/NID/RAD)

Trending