Internasional
Gegerkan Publik! Dua Bayi di India Tewas Digigit Tikus
Dua bayi perempuan meninggal dunia setelah diduga digigit tikus di ruang ICU Rumah Sakit MY (MYH), fasilitas medis milik pemerintah di India.
MPN Indonesia 20 November 2025 - Dua bayi perempuan meninggal dunia setelah diduga digigit tikus di ruang ICU Rumah Sakit MY (MYH), fasilitas medis milik pemerintah di India.
Meninggalnya kedua bayi yang digigit pada 31 Agustus dan 1 September 2025 ini memicu kemarahan publik dan tuduhan kelalaian terhadap pihak rumah sakit dari keluarga korban.
Salah satu korban meninggal pada 10 September 2025, namun keluarganya menyatakan bahwa mereka tidak diberitahu mengenai adanya luka gigitan tikus.
“Ketika jenazahnya diserahkan kepada kami, pihak administrasi MYH memberi tahu kami bahwa ia meninggal karena infeksi darah. Kami tidak diberi tahu saat itu bahwa ia digigit tikus di ICU. Kami menolak autopsi dan membawa jenazahnya,” ujar ayah korban, Sajid Khan, dikutip MPN Indonesia dari NDTV pada Kamis (20/11).
Keluarga baru mengetahui luka gigitan ketika membuka kain kafan sebelum upacara pemakaman. Khan menyebut luka terlihat di jari-jari dan telapak tangan putrinya.
“Istri saya masih syok mendengar bagaimana putri kami digigit tikus di ICU MYH dan mengapa dia tidak bisa dirawat di rumah sakit lain? Kami hanya memberinya satu jawaban, kami tidak tahu dia digigit tikus,” ujar Sajid Khan.
Keluarga Korban Layangkan Tuntutan
Kedua bayi sebelumnya telah didiagnosis menderita kelainan bawaan. Namun, luka gigitan tikus yang ditemukan pada tubuh mereka diduga menjadi penyebab langsung kematian.
Pihak administrasi MYH tetap bersikeras bahwa kematian terjadi akibat kondisi kesehatan yang sudah ada sejak lahir.
Sajid Khan mengadukan kejadian ini ke Pengadilan Distrik Indore, didampingi oleh anggota organisasi suku Jai Adivasi Shakti (JAYS).
Presiden JAYS, Lokesh Mujalda, dalam pertemuan dengan pejabat administrasi, menuntut pemberhentian sementara sejumlah pejabat senior termasuk pengawas MYH.
Ia juga meminta agar kasus ini diproses sebagai dugaan pembunuhan tidak disengaja.
Sementara itu, Hakim Distrik Indore, Shivam Verma, menyampaikan bahwa pemerintah negara bagian sedang menyalurkan kompensasi kepada keluarga korban dari Distrik Dewas.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak berdasarkan hasil laporan dari tim investigasi tingkat negara bagian.
“Pemerintah sensitif terhadap kematian kedua bayi tersebut,” ujarnya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
