Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Siap Biayai Kepulangan Rizki Nurfadhilah dari Kamboja

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan siap untuk memulangkan Rizki dari Kamboja yang diduga menjadi korban perdagangan orang.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi siap biayai kepulangan rizki nurfadhilah dari kamboja
Dedi Mulyadi Siap Biayai Kepulangan Rizki Nurfadhilah dari Kamboja | Gambar: Instagram/@jabarprovgoid

MPN Indonesia 23 November 2025 - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menyatakan siap untuk memulangkan Rizki Nurfadhilah (18), warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dari Kamboja yang diduga menjadi korban perdagangan orang.

Dedi menyatakan bahwa Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja untuk proses kepulangan Rizki.

“Apabila memang ingin kembali (pulang) kami akan mengembalikannya dan kami menyiapkan biaya untuk pemulangannya,” kata Dedi melalui keterangan resmi Humas Pemprov Jabar, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (21/11).

Dedi menyebut, saat ini Rizki sudah berada di KBRI Phnom Penh, Kamboja. Ia memastikan bahwa pemerintah provinsi bersama kepolisian tengah memproses kepulangan Rizki ke Indonesia.

Kronologi Keberangkatan Rizki ke Kamboja

Rizki Nurfadhilah, yang merupakan jebolan Diklat Persib, awalnya ditawari pekerjaan sebagai kiper oleh sebuah klub profesional di Medan.

Ia kemudian dijemput pada 26 Oktober 2025 dengan mobil travel menuju Jakarta. Namun, alih-alih ke Medan, Rizki justru diterbangkan ke Malaysia dan kemudian ke Kamboja.

Setibanya di Kamboja, kondisi yang dihadapi Rizki jauh dari ekspektasi sebagai pemain sepak bola.

Ia diduga mengalami perlakuan buruk di sana, dan kasusnya menjadi perhatian publik setelah ibunya melaporkan bahwa Rizki menjadi korban perdagangan orang.

Namun, hasil pendalaman dari pihak berwenang menyatakan sebaliknya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, menyatakan Rizki bukan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Dia sadar sendiri bahwa dia akan menjadi scammer di sana dengan gaji sekian. Dia hanya menduga enak atau tidak, tetapi berbicara kepada orang tuanya adalah sebagai pemain sepak bola di PSMS Medan,” ujar Hendra.

Baca Juga:  Tak Dapat Pesangon dan Sempat Ngamen, Dedi Mulyadi Akan Pekerjakan Kembali Wanita yang Terkena PHK Leetex

Kemlu Menyatakan Kasus Rizki Bukan TPPO

Hal senada disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu). KBRI Phnom Penh pertama kali menerima laporan dari keluarga Rizki melalui Hotline Pelindungan WNI pada 10 November 2025.

Namun, karena keterbatasan informasi, pencarian sempat terkendala.

Setelah berhasil ditemukan, Rizki mengaku mengetahui sejak awal bahwa ia akan bekerja di Kamboja dan tidak mengalami tekanan atau kekerasan fisik selama proses rekrutmen dan saat berada di lokasi kerja di Sihanoukville.

“Rizki mendapatkan info lowongan pekerjaan via sosial media dan selama proses perekrutan tidak mendapatkan tekanan. Tidak terdapat pula kekerasan fisik saat yang bersangkutan berada di sindikat penipuan daring di Sihanoukville,” jelas Kemlu.

Kemlu juga menyatakan bahwa Rizki bukan terindikasi sebagai korban TPPO.

Saat ini, KBRI sedang mengurus dokumen perjalanan Rizki dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Kamboja untuk mempercepat proses pemulangannya ke Indonesia.

Beberapa pihak di Indonesia turut menyatakan kesiapan untuk membantu pemulangan, termasuk Gubernur Dedi Mulyadi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending