Connect with us

Ekonomi

IPO Saham PT Abadi Lestari Indonesia Bidik Dana Hingga Rp105 Miliar

RLCO resmi memulai IPO dengan target Rp105 miliar, melepas 625 juta saham dan mencatatkan diri di BEI pada 8 Desember 2025.

Logompn

Published

on

Ipo saham pt abadi lestari indonesia bidik dana hingga rp105 miliar
IPO Saham PT Abadi Lestari Indonesia Bidik Dana Hingga Rp105 Miliar. Gambar : Dok. abadilestariindonesia.com

MPN Indonesia 24 November 2025 - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), perusahaan pengolahan dan eksportir sarang burung walet, resmi memulai proses penawaran umum perdana saham (IPO) dengan target penggalangan dana maksimal Rp105 miliar.

Dalam aksi korporasi ini, sebanyak-banyaknya 625 juta saham dilepas ke publik atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Harga penawaran awal ditetapkan di kisaran Rp150 hingga Rp168 per saham.

Masa book building berlangsung pada 24-26 November 2025, dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 2-4 Desember 2025.

Penjatahan dilakukan pada 4 Desember, sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 8 Desember 2025 dengan kode RLCO.

Penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi ini adalah PT Samuel Sekuritas Indonesia, sedangkan penjamin emisi efek akan diumumkan kemudian.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan 56,33% untuk pemenuhan modal kerja, terutama pembelian sarang burung walet sebagai bahan baku.

Sisanya sebesar 43,67% akan diberikan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT Realfood Winta Asia (RWA), yang juga akan menggunakan dana tersebut untuk pembelian sarang burung walet.

“Perseroan tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia. Menyelaraskan diri dengan perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan kesehatan, perseroan bertransformasi dari ekspor bahan mentah menjadi produsen untuk produk Superfood melalui anak usaha,” tulis manajemen RLCO dalam prospektusnya, Senin (24/11).

Profil dan Aktivitas Usaha RLCO

RLCO yang berbasis di Bojonegoro, Jawa Timur, didirikan pada 2014 dan bergerak dalam pembibitan, budidaya, pembersihan, pengolahan, dan pengemasan sarang burung walet.

Baca Juga:  IHSG Hari Ini 15 September 2026 Berada di Level 6.475

Perusahaan ini juga menjalankan usaha perdagangan dan pengolahan daging seperti sapi, ayam, dan ikan, serta produk olahan berbasis susu.

Produk RLCO telah dipasarkan ke berbagai negara, termasuk China, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Hingga Mei 2025, perusahaan mencatat penjualan Rp231,31 miliar, meningkat dari Rp156,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan tersebut terdiri atas Rp204,66 miliar dari segmen sarang burung walet dan Rp26,64 miliar dari produk konsumen.

Laba bersih periode berjalan mencapai Rp12,38 miliar, naik dari Rp1,82 miliar pada periode yang sama 2024.

Total aset RLCO per Mei 2025 tercatat sebesar Rp685,77 miliar, meningkat dari Rp636,97 miliar di akhir 2024.

Liabilitas berada pada angka Rp509,25 miliar dan ekuitas Rp176,51 miliar.

Kapasitas Produksi dan Portofolio Produk

RLCO memiliki kapasitas produksi sarang burung walet sebesar 32 ton per Mei 2025.

Melalui anak usahanya, perusahaan juga memiliki kapasitas produksi 5,40 juta unit consumer goods jar, 2,52 juta unit jelly, dan 1,29 juta unit powder.

Portofolio produk yang dihasilkan RLCO dan anak usahanya mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam, suplemen kolagen, serta nutrisi berbasis protein.

Strategi penguatan modal kerja melalui IPO diharapkan dapat meningkatkan utilitas pabrik yang saat ini belum optimal.

Jika dana hasil IPO tidak mencukupi, perusahaan mempertimbangkan pinjaman pihak ketiga atau menggunakan dana internal.

Posisi RLCO di Pasar Saham

Langkah RLCO melakukan IPO berlangsung di tengah dinamika pasar saham Indonesia yang dipengaruhi faktor eksternal dan internal.

Kehadiran RLCO di Bursa Efek Indonesia menambah variasi pilihan saham di pasar domestik dan menjadi bagian dari indeks harga saham gabungan (IHSG).

Saham RLCO berpotensi menarik perhatian investor yang mengikuti perkembangan sektor agrikultur dan kesehatan konsumen, mengingat fokus utama perusahaan pada sarang burung walet dan produk turunannya.

Baca Juga:  Tarif Trump 32 Persen ke RI: Pasar Saham Gemetar, Rupiah Melemah

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending