Politik
Prabowo Tetapkan Bencana di Sumatra sebagai Prioritas Nasional
Presiden Prabowo Subianto menetapkan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai prioritas nasional.
MPN Indonesia 4 Desember 2025 - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan penanganan bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai prioritas nasional.
Pengumuman ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, dalam konferensi pers di Posko Terpadu TNI, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (3/12).
Keputusan tersebut diambil setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah dan menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat serta infrastruktur.
Prabowo menjamin bahwa pemerintah telah menyiapkan dana dan logistik nasional secara penuh untuk mendukung penanganan bencana, termasuk melalui penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) pada fase tanggap darurat.
“Bapak Presiden memberikan instruksi agar situasi ini diperlakukan sebagai prioritas nasional, termasuk jaminan bahwa dana dan logistik nasional tersedia secara penuh, salah satunya pada saat tanggap darurat ini menggunakan Dana Siap Pakai,” ujar Pratikno dalam konferensi pers tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/12).
Pemerintah Kerahkan Sumber Daya Maksimal
Pratikno menyampaikan bahwa seluruh kementerian dan lembaga, termasuk BNPB, TNI, dan Polri, telah diperintahkan bergerak secara ekstra responsif.
Fokus utama pemerintah meliputi penyelamatan korban, distribusi bantuan logistik, dan pemulihan fasilitas publik serta layanan vital yang terdampak.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat terus melakukan penanganan secara nasional dengan mengerahkan seluruh sumber daya dari berbagai instansi.
“Artinya, terus dilakukan penanganan nasional dengan mengerahkan sumber daya maksimal pemerintah pusat dari seluruh kementerian dan lembaga, baik itu BNPB, termasuk juga luar biasa dari TNI dan Polri,” jelasnya.
Selain distribusi bantuan seperti beras dan mi instan, pemerintah juga memprioritaskan upaya menjaga keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak.
“Fokus pemerintah bukan hanya membagi bantuan logistik seperti beras dan mi instan, tapi menjaga semua warga agar punya harapan untuk membangun kembali kehidupannya,” tambah Pratikno.
Peringatan BMKG dan Kewaspadaan Pemerintah
BMKG telah mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga akhir 2025.
Peringatan ini meningkatkan kewaspadaan pemerintah terhadap potensi bencana susulan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang saat ini terdampak banjir bandang dan sejumlah wilayah lain di Jawa, Kalimantan, Maluku, serta Papua.
Sejumlah Wilayah Terisolir Akibat Banjir Bandang
Dampak paling parah salah satunya terjadi di Aceh Tamiang.
Sejumlah jalur utama terputus total akibat banjir, menyebabkan beberapa wilayah terisolir.
Jalur yang terdampak meliputi akses Perbatasan Sumatra-Aceh Tamiang, Gayo Lues-Aceh Tamiang, Bireuen-Takengon, dan Bener Meriah-Bireuen.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah di Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang mengalami gangguan akses serta kerusakan infrastruktur.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah antisipasi dan penanganan terus dilakukan secara terkoordinasi untuk mengurangi risiko serta mempercepat proses pemulihan di wilayah-wilayah tersebut.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
