Connect with us

Selebriti

Maudy Ayunda Baru Speak Up soal Bencana Sumatra, Netizen: Princess Tone Deef Akhirnya Bersuara

Maudy Ayunda menuai kritik karena dinilai terlambat memberikan pernyataan terkait banjir bandang dan longsor di Sumatra.

Logompn

Published

on

Maudy ayunda baru speak up soal bencana sumatra, netizen princess tone deef akhirnya bersuara
Maudy Ayunda. Gambar : Instagram/@maudyayunda

MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Maudy Ayunda mendapat kritik publik setelah dinilai terlambat menanggapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumatra.

Banyak pihak menyayangkan sikap diam Maudy sebagai figur publik sekaligus penerima beasiswa LPDP.

Pada Kamis (4/12), Maudy akhirnya menyampaikan pernyataan melalui akun Instagram brand kecantikannya, From This Island.

Dalam unggahan tersebut, Maudy menjelaskan bahwa ia dan tim pernah mengunjungi Sintang, Kalimantan Barat, untuk mendokumentasikan program adopsi hutan.

Ia menyampaikan bahwa wilayah tersebut mengalami tekanan ekosistem akibat deforestasi, alih fungsi lahan, dan degradasi lingkungan, kondisi yang menurutnya juga terjadi di berbagai daerah termasuk Sumatra.

“Melihat apa yang terjadi di Sumatra sekarang, kita belajar bahwa inilah salah satu konsekuensi ketika ekosistem terus-menerus tertekan. We took our nature for granted, and now the impact runs deep and felt across communities. This isn’t just an environmental issue: it’s a human one,” tulis Maudy dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (5/12).

Ia menambahkan bahwa program reforestasi yang dilakukan di Kalimantan akan diperluas hingga ke Sumatra.

Dalam unggahan yang sama, Maudy menyampaikan doa bagi para korban.

“Semoga Indonesia lekas pulih. Praying for Sumatra, for every family affected, and for a future where people and nature can heal together. And for our leaders to show up and take steps to remedy this urgent and complex situation,” tulisnya.

Respons Publik dan Kritik Warganet

Unggahan Maudy justru memicu gelombang komentar sinis. Banyak warganet menilai pernyataan tersebut lebih merupakan strategi promosi produk ketimbang bentuk kepedulian.

Baca Juga:  Kampus III UIN Imam Bonjol Padang Diterjang Longsor, Bangunan Rusak Parah

Kritik juga muncul karena unggahan dibuat setelah Maudy disorot di platform Threads akibat tidak memberikan tanggapan sebelumnya.

“Seriously??!! Setelah kena rujak baru speak up, seminggu??!! Tapi ya udahlah ya,” tulis akun @tikaa_**.

Komentar lain menilai Maudy hanya menjaga citra.

“Princess tone deef akhirnya bersuara soal banjir Sumatra, namun pada akhirnya tetep marketing productnya,” tulis @ellagusk***.

Beberapa pengguna mempersoalkan keterlambatan Maudy dalam menanggapi isu besar tersebut.

“Kelihatan banget sih tone deafnya salut. Habis dirujak langsung buru-buru ngepost. Kemana aja kemarin.. udah ketahuan tone deafnya,” tulis akun @rosy***.

Komentar lain juga mempertanyakan intelektualitas dan ketulusan Maudy.

“Maudy, lu kemana aja?? Lu beneran pintar ga sih? Atau cuma pintar bahasa inggris tok?…” tulis akun @amandaritz**.

Ada pula komentar yang mengaitkan unggahan tersebut dengan kekhawatiran soal citra dan penjualan.

“Fear of losing sales and followers? But thanks anyway😌,” tulis @dir***.

Akun @mega.febrian*** menambahkan, “Ini mah promosi product bukan speak up. Sorry.”

Sorotan Terkait Status LPDP dan Eks Pembicara G20

Status Maudy sebagai penerima beasiswa LPDP turut menjadi bagian dari kritik publik.

Banyak yang menilai bahwa sebagai penerima dana publik, Maudy seharusnya menunjukkan kepekaan lebih tinggi terhadap isu kemanusiaan, terutama bencana alam besar yang terjadi di dalam negeri.

Kritik juga mengarah pada perannya sebagai pembicara G20, yang dianggap seharusnya memperkuat kesadaran sosial dan tanggung jawab moralnya dalam merespons peristiwa nasional.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending