Connect with us

Berita

Dinding Bukit PLTA Pakkat Longsor 10 Kali, Warga Diminta Waspada Ancaman Banjir Mendadak

PLTA Pakkat di Humbahas diterjang longsor beruntun yang berpotensi menyebabkan banjir mendadak jika bendungan alami jebol.

Logompn

Published

on

Dinding bukit plta pakkat longsor 10 kali, warga diminta waspada ancaman banjir mendadak
Dinding Bukit PLTA Pakkat Longsor berkali-kali. Gambar: Dok. Polres Humbahas

MPN Indonesia 5 Desember 2025 - Dinding bukit di area Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat, Desa Purba Bersatu, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, longsor sebanyak 10 kali pada Rabu sore (3/12).

Material longsor menutup aliran sungai dari arah bendungan, membentuk kanal atau danau kecil dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty menyatakan bahwa titik longsoran terjadi di antara Bendungan PLTA dan Power House (PH).

Ia menegaskan bahwa warga di sekitar lokasi diminta mengungsi sementara untuk menghindari potensi bencana lanjutan.

“Material longsor yang menahan aliran sungai berpotensi jebol sewaktu-waktu. Jika itu terjadi, air akan meluap dengan cepat dan dapat menimbulkan bahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di sepanjang bantaran sungai. Kami minta masyarakat menjauhi area sungai sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/12).

Pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Humbahas telah mengeluarkan imbauan mitigasi.

Warga di Kecamatan Andam Dewi dan Kecamatan Barus diminta mengungsi ke tempat aman dan tidak melakukan aktivitas di sepanjang aliran sungai Desa Purba Bersatu.

Sungai tersebut mengalir dari Kecamatan Pakkat menuju Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, meliputi aliran Sungai Hutan Bonan Dolok, Sijukkang, hingga Jembatan Husor.

Mengenal PLTA Pakkat

PLTA Pakkat merupakan pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan aliran Sungai Aek Sirahar dengan konsep run-of-river.

Lokasinya berada di Desa Purba Bersatu, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.

Fasilitas ini dikelola oleh PT Energy Sakti Sentosa, anak perusahaan dari Kencana Energy (KEEN).

PLTA ini mulai beroperasi komersial pada 2016 dengan kapasitas awal 10 MW, kemudian ditingkatkan menjadi 18 MW pada 2017 melalui kesepakatan bersama PLN.

Baca Juga:  Tuai Kontroversi, Wanita Ini Pakai Rok Mini Takbiran di Masjid

Sejak peningkatan kapasitas tersebut, PLTA Pakkat dilaporkan menghasilkan listrik hampir 100 persen dari target produksi.

Potensi ancaman dan langkah antisipasi

AKBP Arthur Sameaputty menyebutkan bahwa longsor membawa bebatuan dan pepohonan dari puncak bukit ke jurang.

Dampak dari longsoran tersebut berpotensi besar menimbulkan luapan air mendadak jika bendungan alami yang terbentuk akibat material longsor jebol.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau menjauhi area sungai hingga kondisi dinyatakan aman.

Sebelumnya, wilayah Humbahas juga sempat mengalami bencana banjir bandang dan longsor pada Rabu (26/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bencana tersebut menyebabkan delapan orang tewas dan satu orang masih hilang. Sebagian besar korban berasal dari Kecamatan Pakkat.

Dampak Wilayah yang Terancam

Wilayah-wilayah yang diminta untuk siaga dan menjauh dari lokasi bencana serta bantaran sungai mencakup Desa Purba Bersatu, Kecamatan Pakkat; Kecamatan Andam Dewi; dan Kecamatan Barus.

Selain itu, aliran sungai yang terdampak longsoran mencakup Sungai Hutan Bonan Dolok, Sungai Sijukkang, dan Sekitar Jembatan Husor.

Pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah penanggulangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir mendadak akibat jebolnya material longsor yang menahan aliran sungai.

(AKM/NID/RAD)

Trending