Ekonomi
Siap-siap! Harga Emas Diramal akan Melesat 30 Persen pada 2026
World Gold Council dalam laporan Gold Outlook 2026 memproyeksikan harga emas akan melonjak hingga 30 persen sepanjang tahun 2026.
MPN Indonesia 6 Desember 2025 - World Gold Council (WGC) dalam laporan Gold Outlook 2026 memproyeksikan harga emas akan melonjak hingga 30 persen sepanjang tahun 2026.
Kenaikan tersebut berpotensi terjadi jika kondisi ekonomi global memburuk dan ketegangan geopolitik meningkat.
“Dalam skenario perlambatan yang lebih dalam serta meningkatnya tekanan geopolitik, emas dapat melonjak 15 persen hingga 30 persen sepanjang 2026,” bunyi laporan tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (6/12).
Sementara itu, jika terjadi perlambatan ekonomi ringan, harga emas diproyeksikan naik 5 hingga 15 persen, didorong oleh pelemahan dolar AS, penurunan suku bunga, dan meningkatnya permintaan terhadap aset aman.
“Kombinasi suku bunga yang lebih rendah, dolar yang melemah, serta meningkatnya risiko keraguan dapat menciptakan lingkungan yang tetap mendukung emas,” tulis WGC.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
WGC menyatakan bahwa pergerakan emas sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya suku bunga The Fed, serta ketidakstabilan geopolitik.
Selain itu, laporan WGC juga menyoroti beberapa faktor utama yang mendorong potensi kenaikan harga emas pada 2026, seperti arus masuk ke ETF emas, peningkatan permintaan investor terhadap aset aman, dan penurunan tajam imbal hasil obligasi.
Kondisi ini tercermin dari performa emas pada 2025, di mana logam mulia ini mencatatkan lebih dari 50 rekor harga tertinggi sepanjang masa dan memberikan imbal hasil lebih dari 60 persen sepanjang tahun.
Dorongan tersebut berasal dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang meningkat, serta pelemahan dolar AS.
“Baik investor maupun bank sentral telah memperbesar alokasi mereka terhadap emas untuk mencari diversifikasi dan stabilitas,” menurut WGC dalam laporan yang sama.
WGC juga menyebutkan bahwa harga emas naik 60 persen year-to-date pada 2025 dan berada di jalur menuju performa tahunan terbaik sejak 1979.
“Kombinasi penurunan imbal hasil, meningkatnya tekanan geopolitik, dan arus flight-to-safety yang signifikan menciptakan dorongan yang sangat kuat bagi emas,” kata WGC.
Risiko Penurunan Harga Emas Tetap Ada
Meskipun prospek kenaikan terbuka lebar, WGC juga mengingatkan akan potensi koreksi harga emas jika ekonomi AS menguat lebih cepat dan inflasi meningkat.
Dalam skenario ini, emas dapat mengalami penurunan harga antara 5 persen hingga 20 persen dari level saat ini.
“Dengan dilonggarkannya lindung nilai dan melemahnya permintaan ritel, kondisinya berubah menjadi sangat negatif, mengakibatkan koreksi harga emas antara 5 persen dan 20 persen dari level saat ini,” tulis WGC.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
