Connect with us

Politik

Sentil Bupati yang Kabur saat Bencana, Prabowo: Itu yang Lari Copot Saja

Prabowo memberi instruksi tegas agar kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya saat terjadi bencana dicopot dari jabatannya.

Logompn

Published

on

Prabowo sentil bupati yang kabur saat bencana
Prabowo Sentil Bupati yang Kabur saat Bencana | Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi tegas agar kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya saat terjadi bencana dicopot dari jabatan.

Hal ini disampaikannya dalam rapat terbatas percepatan penanganan bencana alam di Sumatra, yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar pada Minggu (7/12).

“Kalau yang mau lari, lari aja, copot itu. Mendagri bisa ya diproses. Bisa?” ujar Prabowo, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (8/12).

Prabowo juga meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk segera memproses pencopotan kepala daerah yang dianggapnya sebagai bentuk desersi seperti yang ada dalam kemiliteran.

“Copot langsung Mendagri, bisa ya diproses? Itu kalau tentara itu namanya desersi itu ya dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah. Waduh enggak bisa itu,” imbuhnya.

Pemeriksaan Bupati Aceh Selatan

Pernyataan ini diungkap Prabowo usai beredar kabar bahwa Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, melaksanakan ibadah umrah saat daerahnya diterjang banjir dan longsor.

Sebelumnya, Mirwan telah menandatangani Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam menangani bencana, yang berarti penanganan sepenuhnya diserahkan ke pemerintah provinsi.

Tim Kemendagri juga sebelumnya telah tiba di Banda Aceh untuk melakukan pemeriksaan administratif terhadap jajaran Setda Kabupaten Aceh Selatan.

Sementara itu, Mirwan MS sudah diperintahkan kembali ke tanah air untuk menjalani pemeriksaan oleh tim Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Pemeriksaan akan dilakukan setibanya Bupati di Banda Aceh sebelum kembali ke Aceh Selatan. Untuk jadwal pastinya masih menunggu kedatangan di Banda Aceh. Kalau tiba hari ini (7/12), ya diperiksa hari ini,” kata Benni saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Temui Korban Bencana Sumatra, Gibran Rakabuming Berkali-kali Minta Maaf

Gubernur Aceh Minta Kepala Daerah Tak Lari dari Tanggung Jawab

Bencana banjir dan longsor menerjang 11 kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan. Akibat bencana ini, warga di sejumlah wilayah harus berjibaku menyelamatkan diri dan harta benda.

11 wilayah tersebut, meliputi Kecamatan Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Timur, Kluet Selatan, Tapaktuan, Sawang, Samadua, Meukek, Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, dan Labuhan Haji Barat.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem turut mengecam tindakan kepala daerah yang tidak berada di tempat saat terjadi bencana.

Ia menegaskan bahwa kepala daerah harus mampu menghadapi situasi tersulit dan tidak lari dari tanggung jawab.

“Kepala daerah itu dipilih rakyat untuk bekerja dalam kondisi tersulit sekalipun, bukan untuk mengeluh. Rakyat butuh pemimpin yang berdiri di barisan terdepan, bukan yang lari dari tanggung jawab,” ujar Muzakir pada Jumat (5/12) di Aceh Timur.

Muzakir bahkan menyebut banjir kali ini sebagai “tsunami jilid kedua” karena dampaknya lebih luas dibandingkan tsunami 2004.

“Kalau tsunami 2004, air hanya datang sekitar dua jam. Akan tetapi, bencana banjir kali ini, air menggenangi rumah warga sampai lima hari lebih. Ini penderitaan luar biasa bagi rakyat Aceh,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending