Connect with us

Berita

Catat! Kemenkes Tak Rekomendasikan Pemberian Susu Formula untuk Anak-anak Korban Bencana di Sumatra

Kemenkes Republik Indonesia meminta agar anak-anak korban bencana alam di wilayah Sumatra tak diberikan susu formula.

Logompn

Published

on

Kemenkes larang anak anak korban bencana di sumatra minum susu formula
Kemenkes Larang Anak-anak Korban Bencana di Sumatra Minum Susu Formula | Gambar: YouTube/Kementerian Kesehatan RI

MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia meminta agar anak-anak korban bencana alam di wilayah Sumatra tak diberikan susu formula (sufor).

Kebijakan ini berlaku menyusul kejadian bencana seperti banjir bandang yang melanda beberapa wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kami memang tidak merekomendasikan, ya, adanya pemberian susu formula di situasi bencana ini,” ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jumat (5/12).

Ia juga mengungkap bahwa Aceh telah mengeluarkan kebijakan serupa yang melarang pemberian sufor kepada anak-anak korban bencana.

“Di Aceh sendiri sebenarnya sudah ada surat edaran dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh ke semua kabupaten kota untuk tidak memberikan susu formula,” katanya.

Lebih lanjut, Lovely mengatakan bahwa pemberian susu formula harus melalui pantauan dari Dinas Kesehatan setempat jika benar-benar dibutuhkan.

“Dan kalaupun diberikan, kalaupun butuh untuk penanganan kegawatdaruratan, itu harus melewati Dinas Kesehatan Kabupaten Kota,” imbuhnya.

Kemenkes Turunkan Ahli Gizi ke Posko

Sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam penanganan gizi anak, Kemenkes menyebut telah menerjunkan Tim Ahli Gizi dan Konselor Laktasi ke sejumlah posko pengungsian di Sumatra.

Mereka ditugaskan untuk memantau kebutuhan nutrisi balita serta memastikan makanan yang tersedia sesuai standar gizi anak.

“Nah kemudian kita juga menurunkan dari puskesmas, itu ada ahli gizi untuk melihat dapur-dapur umum. Jadi dapur-dapur umum itu kan biasanya menyediakan makanan untuk dewasa. Dan ini kita juga sarankan juga ada pemberian makan untuk balita,” kata Lovely.

Distribusi makanan tambahan juga telah dilakukan oleh Kemenkes ke tiga provinsi terdampak, mencakup makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil.

Baca Juga:  Perpanjang SIM Sebelum Mudik! Ini Jadwal Layanan SIM Keliling Jakarta 13 Maret 2025

Hal ini ditujukan untuk mengisi kesenjangan nutrisi di masa darurat dan mendukung kelancaran pemberian ASI oleh para ibu.

“Kami juga sudah mendistribusikan makanan tambahan untuk balita dan juga untuk ibu hamil ke tiga provinsi ini. Jadi masing-masing itu sudah kita distribusikan sejak 28 November 2025 sebagian melalui udara dan sebagian melalui darat,” tambah Lovely.

(AKM/NID/RAD)

Trending