Connect with us

Lifestyle

Begini yang Terjadi pada Otak dan Tubuh Saat Kamu Patah Hati

Simak, ini yang terjadi pada otak dan tubuh saat sedang patah hati!

Logompn

Published

on

Begini yang terjadi pada otak dan tubuh saat kamu patah hati
Begini yang Terjadi pada Otak dan Tubuh Saat Kamu Patah Hati | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 10 Desember 2025 - Putusnya hubungan asmara dapat menimbulkan dampak sungguhan terhadap kesehatan fisik dan kesehatan mental seseorang.

Peristiwa ini, menurut para ahli, tidak hanya menyakitkan secara emosional tetapi juga memengaruhi sistem saraf, keseimbangan hormonal, serta kondisi tubuh secara keseluruhan.

Seorang psikolog klinis, Sabrina Romanoff, menyatakan bahwa patah hati dipandang sebagai bentuk kehilangan yang besar, sebanding dengan pengalaman berduka atas kematian orang terdekat.

Lantas, apa yang terjadi pada otak dan tubuh pada saat patah hati sehingga dukanya sama dengan kematian orang terkasih? Ini penjelasan selengkapnya!

Reaksi Otak dan Tubuh saat Patah Hati

Romanoff dalam laman Verywell Mind menjelaskan bahwa pengalaman patah hati dapat mengaktifkan sistem saraf secara ekstrem.

Hal ini terjadi manusia dirancang untuk membentuk ikatan emosional yang kuat untuk memastikan kelangsungan hidupnya.

“Ketika hubungan keterikatan yang kuat itu berakhir, sistem saraf kita menjadi tidak terkendali, dan kita mengalami bahaya isolasi, pengabaian, dan penolakan, yang pada zaman purba akan menjadi masalah hidup dan mati,” jelas Romanoff, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (10/12).

Sementara itu, putus cinta juga dapat memengaruhi seseorang secara fisik.

Konselor kesehatan mental asal Amerika Serikat, Emily Mashburn, menyatakan putus cinta dapat menyebabkan seseorang mengalami kecemasan berlebih hingga mengganggu pola makan dan tidur, masalah perut, hingga kelelahan.

Hal-hal itu sering kali terjadi bersamaan dengan masalah mental sehingga putus cinta terasa menguras tenaga baik secara fisik maupun mental.

Romanoff bahkan menambahkan bahwa gejala fisik tersebut dapat menyebabkan rambut rontok, perubahan berat badan yang drastis, serta gangguan hormonal.

Baca Juga:  Sering Lelah dan Berat Badan Tak Naik? Hati-hati Terkena Diabetes Tipe 5!

“Gejala-gejala ini bisa terasa sangat mengganggu sehingga penderitanya bisa mulai kehilangan rambut, kehilangan/menambah berat badan secara signifikan, mengalami perubahan hormonal, dan produksi dopamin berkurang,” ujarnya.

Tips Pulih dari Patah Hati

Meski tak semua orang cocok dengan tips-tips menyembuhkan diri dari patah hati, Mashburn menekankan pentingnya memberi waktu untuk diri sendiri dalam proses penyembuhan.

Tidak ada durasi pasti untuk melupakan mantan pasangan, dan setiap individu memerlukan waktu berbeda untuk pulih.

“Sering kali, kita menetapkan batas waktu untuk penyembuhan diri yang justru merugikan diri sendiri, (seperti merasa) malu, depresi, dan cemas,” katanya.

Selain itu, membentuk rutinitas baru juga disarankan oleh Romanoff.

Aktivitas seperti menjalani hobi yang dulu ditinggalkan, mengatur akhir pekan tanpa pasangan, dan menjaga tubuh tetap aktif merupakan langkah penting untuk memulihkan keseimbangan diri.

Romanoff juga menyarankan untuk membangun kembali hubungan sosial yang sempat terabaikan selama menjalin hubungan asmara.

“Kembalikan hubungan yang mungkin terabaikan selama hubungan Anda. Bersandarlah pada jaringan dukungan sosial Anda untuk memproses, melampiaskan, dan mengatasi putus cinta,” jelasnya.

(ADN/NID/RAD)

Trending