Connect with us

Viral

Viral di Sosmed! Pria Berseragam Cegat Kapal Bantuan di Aceh

TNI memastikan dua anggota KPA, bukan GAM, melakukan pencegatan kapal bantuan di Aceh Timur. Insiden ini sempat viral di media sosial.

Logompn

Published

on

Viral di sosmed! pria berseragam cegat kapal bantuan di aceh
Viral di Sosmed! Pria Berseragam Cegat Kapal Bantuan di Aceh. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@narasirakyatid

Aceh, MPN Indonesia 10 Desember 2025 - Insiden pencegatan kapal bantuan di perairan Aceh Timur pada Kamis (4/12) menjadi perhatian publik setelah video pria berseragam loreng menghentikan kapal beredar luas di media sosial, salah satunya di akun Instagram @narasirakyatid.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria dengan atribut menyerupai bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meminta jatah bantuan dari kapal yang tengah membawa logistik banjir.

TNI menegaskan bahwa pelaku bukan bagian dari kelompok bersenjata GAM.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Freddy Ardianzah, menjelaskan bahwa peristiwa itu dilakukan oleh dua anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Meja Ijo Idi Cut di Aceh Timur.

“Berdasarkan informasi yang telah kami verifikasi, peristiwa dalam video tersebut benar terjadi, namun bukan dilakukan oleh kelompok bersenjata GAM, melainkan oleh dua orang anggota KPA Meja Ijo Idi Cut di Aceh Timur,” ujar Mayjen Freddy dalam keterangan tertulis pada Senin (8/12).

Menurut Mayjen Freddy, kedua orang tersebut menghentikan Kapal Feri Express Bahari yang mengangkut bantuan logistik banjir dari Ketua TP PKK Aceh untuk wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur.

“Ketika dua individu tersebut mencegat Kapal Feri Express Bahari yang membawa logistik bantuan banjir dari Ketua TP PKK Aceh untuk wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur,” jelasnya.

Mereka meminta sebagian bantuan kemanusiaan diturunkan, namun tidak dapat menunjukkan surat perintah atau keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

Kronologi Insiden dan Respons Aparat

Insiden terjadi ketika Kapal Feri Express Bahari dalam perjalanan menuju daerah terdampak banjir.

Dua pria berseragam loreng dan berbaret menghentikan kapal serta menuntut agar sebagian bantuan diberikan kepada mereka dengan alasan akan disalurkan kepada korban banjir.

Baca Juga:  Viral Video! Detik-detik Mahasiswi Universitas Pakuan Bogor Jatuh dari Lantai 3 Gedung Kampus

Permintaan ini ditolak oleh petugas kapal karena tidak adanya dokumen resmi.

“Petugas kapal menolak karena distribusi bantuan harus mengikuti prosedur resmi,” ungkap Mayjen Freddy.

Mayjen Freddy menambahkan bahwa prajurit TNI yang mengawal kapal sempat meminta kedua pria itu untuk menghubungi langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, namun tidak direspons.

Setelah aparat keamanan laut mendekat, kapal kembali melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Kuala Langsa.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai aksi personal yang dapat menghambat distribusi bantuan.

“Tindakan itu merupakan tindakan personal yang arogan dan tidak dapat dibenarkan karena dapat menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” tegasnta.

Dalam video tersebut juga menampilkan perdebatan antara pria-pria tersebut dengan personel TNI yang mengawal kapal.

Beberapa dari mereka mengaku sebagai staf Gubernur Aceh dan meminta sebagian bantuan dibagi kepada kelompok mereka sebelum disalurkan.

Dalam video singkat itu, terlihat simbol bulan bintang merah di lengan salah satu pria, menyerupai simbol GAM.

Namun TNI sudah menegaskan bahwa mereka adalah anggota KPA, bukan GAM.

Upaya Pengamanan Distribusi Bantuan

TNI bersama aparat keamanan setempat telah melakukan langkah pengamanan untuk memastikan proses distribusi bantuan tetap berjalan aman, termasuk pada jalur laut.

“TNI bersama aparat keamanan setempat telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan jalur distribusi bantuan, termasuk jalur laut, agar kejadian serupa tidak terulang dan para pemberi bantuan merasa aman,” ucap Mayjen Freddy.

Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tidak menghalangi proses distribusi bantuan saat kondisi darurat.

“TNI mengimbau seluruh pihak untuk tidak menghalangi distribusi bantuan dalam kondisi darurat kemanusiaan. Fokus utama kita adalah mempercepat penanganan banjir dan menjamin bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Momen Lucu, Pria Ini Pakai Baju Couple-an dengan Petugas Katering di Kondangan

(AKM/NID/RAD)

Trending