Connect with us

Berita

Damkar Diidolakan Masyarakat, Mendagri: Mereka Bekerja Tanpa Pamrih, Tanpa Minta Uang

Dalam Rapat Kesiapan Menghadapi Nataru dan Bencana, Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa petugas damkar bekerja tanpa pamrih dan tidak pernah meminta imbalan dari masyarakat.

Logompn

Published

on

Menteri dalam negeri tito karnavian dalam rapat kesiapan menghadapi bencana
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Kesiapan Menghadapi Nataru dan Bencana | Gambar: Dok. Kemendagri

MPN Indonesia 12 Desember 2025 - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran (damkar) bekerja tanpa pamrih dan tidak pernah meminta imbalan dari masyarakat.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Kesiapan Menghadapi Nataru dan Bencana bersama jajaran damkar seluruh Indonesia pada Kamis (11/12), saat memaparkan hasil survei indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja damkar.

“Dan juga damkar juga dikenal karena bekerja tanpa pamrih. Kasarnya tidak minta uang gitulah. Nah itu yang membuat masyarakat suka,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Kemendagri RI, Jumat (12/12).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai integritas di tubuh damkar agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Menurut Tito, citra positif damkar berdampak langsung pada citra pemerintah, karena damkar merupakan salah satu unsur berseragam yang menjadi bagian dari lembaga negara.

“Kita kayaknya hampir belum pernah mendengar ada anggota damkar yang setelah menolong masyarakat kemudian dimintai uang, gitu misalnya. Nah ini harus dijaga betul oleh teman-teman dari damkar. Citra positif ini juga akan menjadi positif untuk pemerintah,” lanjutnya.

Indeks Kepuasan Publik Capai 90 Persen

Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Tito, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja damkar secara nasional mencapai rata-rata 90 persen.

Angka ini mencerminkan bahwa mayoritas masyarakat menyukai kinerja pemadam kebakaran.

“Yaitu ini kita lihat, indeks rata-rata itu 90 persen. Artinya 90 persen responden itu senang, suka dengan damkar. Ini jarang saya mendapatkan survei-survei seperti ini,” ungkap Tito.

Survei tersebut juga mencatat wilayah dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah Sumatera Barat dengan persentase 97 persen.

Baca Juga:  Anggota DPR Minta KAI Buka Gerbong Khusus Merokok

Sementara itu, Bengkulu tercatat sebagai daerah dengan kepuasan terendah, namun tetap berada pada angka tinggi, yaitu 78 persen.

“78 persen itu artinya 78 dari 100 orang itu menyukai. Kalau 97 persen artinya 97 orang dari 100 menyukai. Itu tingkat apa, kepuasan, public approval yang sangat tinggi kepada damkar,” paparnya.

Respons Cepat Damkar Disenangi Masyarakat

Lebih lanjut, menurut Tito, alasan utama damkar mendapat capaian tersebut adalah karena respons cepat mereka dalam menghadapi situasi darurat.

“Kenapa damkar disukai? Di antaranya adalah karena kecepatannya untuk mendatangi lokasi kejadian. Kemudian juga kesigapannya, tidak hanya untuk menangani operasi kebakaran, tapi juga operasi penyelamatan,” katanya.

Tito juga menyoroti militansi para anggota damkar dalam bertugas di lapangan. Ia meminta seluruh jajaran damkar menjaga dan meningkatkan semangat serta kecepatan mereka dalam memberikan pelayanan.

“Citra yang baik ini harus terus dipertahankan oleh seluruh jajaran damkar seluruh Indonesia. Baik kecepatan menangani, datang ke lokasi kejadian, kemudian juga militansi untuk bertindak, berbuat,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending