Connect with us

Politik

Janji Bahlil ke Prabowo: Paling lambat Rabu atau Kamis Semua Jaringan Gardu Induk Listrik di Aceh Selesai

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan perbaikan gardu induk listrik Aceh rampung Rabu atau Kamis pekan ini pascabanjir bandang.

Logompn

Published

on

Janji bahlil ke prabowo paling lambat rabu atau kamis semua jaringan gardu induk listrik di aceh selesai
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12). Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

Aceh, MPN Indonesia 16 Desember 2025 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan perbaikan seluruh jaringan gardu induk listrik di Provinsi Aceh akan rampung paling lambat Rabu atau Kamis pekan ini.

Janji tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).

Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur kelistrikan pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Bahlil menyebut progres pemasangan gardu induk saat ini telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.

Jika seluruh jaringan rampung, aliran listrik dari sistem pembangkit Arun-Bireuen dapat kembali masuk secara normal dan terhubung penuh ke jalur transmisi Sumatra.

“Untuk jaringan gardu induknya yang kami laporkan kemarin kepada Bapak Presiden itu sudah sekitar 80-90 persen terpasang. Tapi mungkin sekitar minggu-minggu ini, paling lambat Rabu atau Kamis baru bisa jadi semua,” ujar Bahlil dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (16/12).

Belum Semua Desa Bisa Dialiri Listrik

Meski perbaikan gardu induk hampir selesai, Bahlil menegaskan belum seluruh desa di Aceh dapat langsung menikmati aliran listrik.

Ia menjelaskan masih banyak wilayah dengan kerusakan parah pada jaringan tegangan rendah, seperti tiang listrik roboh serta akses jalan yang terputus.

“Andaikan pun ini konek Bapak Presiden, kami laporkan bahwa belum bisa teraliri semua kepada desa-desa yang ada karena sebagian desa-desa infrastrukturnya masih parah,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pemulihan listrik harus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan infrastruktur di masing-masing wilayah.

Baca Juga:  Probolinggo Diterjang Banjir Bandang, Ribuan Warga Terisolasi

Kondisi Listrik Banda Aceh dan Pertimbangan Keselamatan

Untuk wilayah Banda Aceh, Bahlil melaporkan total kapasitas pembangkitan listrik mencapai sekitar 110 Megawatt (MW).

Namun, daya yang saat ini baru dapat tersalurkan sekitar 60 MW. Kekurangan pasokan masih ditopang melalui penggunaan generator set (genset).

“Untuk Banda Aceh total kapasitas itu sekitar 110 MW. Alhamdulillah, tadi malam sudah rata-rata 60 MW untuk kebutuhan Banda Aceh sudah tersaluri. Sebagian kita pakai genset,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, sejumlah wilayah di Aceh masih tergenang banjir.

Kondisi ini membuat penyalaan listrik tidak bisa dilakukan secara langsung karena berisiko menimbulkan kecelakaan bagi masyarakat.

“Kalau kita paksakan untuk dialiri listrik, itu akan berdampak pada kecelakaan di masyarakat,” tegasnya.

Distribusi BBM dan LPG di Wilayah Terdampak

Selain kelistrikan, Bahlil juga menyampaikan perkembangan distribusi energi lainnya.

Di Sumatra Utara, distribusi LPG dipercepat dengan penambahan kapal untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Sementara itu, untuk tiga kabupaten di Aceh yang terdampak paling parah, distribusi logistik energi masih dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari helikopter, pesawat Hercules, jalur alternatif darat, hingga penggunaan rakit.

“Apa pun yang bisa kita dorong untuk bisa melakukan percepatan, kita maksimalkan potensi yang ada,” pungkas Bahlil.

(AKM/NID/RAD)

Trending