Connect with us

Politik

Dinilai Telat Tangani Bencana, Seskab: Sejak Hari Pertama Pemerintah Berjuang Keras

Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah telah bertindak sejak hari pertama menangani banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara sejak akhir November.

Logompn

Published

on

Dinilai telat tangani bencana, seskab sejak hari pertama pemerintah berjuang keras
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 21 Desember 2025 - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah pusat telah bergerak sejak hari pertama terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir November.

Pernyataan ini disampaikan untuk merespons anggapan adanya keterlambatan pemerintah dalam penanganan bencana alam tersebut.

Teddy menjelaskan bahwa curah hujan tinggi telah terjadi sejak Senin (24/11), dengan puncak hujan pada Selasa (25/11) dan Rabu (26/11), yang memicu bencana di tiga provinsi tersebut.

Sejak awal kejadian, pemerintah langsung mengoordinasikan seluruh kekuatan nasional untuk penanganan darurat di lapangan.

Koordinasi Sejak Detik Pertama Pascabencana

Pemerintah pusat segera mengerahkan personel TNI, Polri, Basarnas, serta BNPB ke wilayah terdampak.

Menurut Teddy, seluruh unsur tersebut sudah bekerja sejak hari pertama tanpa sorotan media.

“Yang di lapangan ini, seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, yang disampaikan Pak Panglima TNI, BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama tanpa kamera,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12).

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada kepala daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Presiden bahkan menghubungi langsung Gubernur Sumatra Utara, Bupati Tapanuli Selatan, serta Bupati Tapanuli Tengah untuk memastikan percepatan penanganan darurat.

“Kemudian di hari itu juga, Bapak Presiden menginstruksikan Bapak Menko PMK mengkoordinir segala kekuatan untuk sebesar-besarnya mobilisasi semua yang kita punya. Langsung ke sana,” kata Teddy.

Mobilisasi Personel dan Transportasi Udara

Pada Kamis (27/11), pemerintah mengerahkan seluruh helikopter yang berada di Pulau Sumatra ke Padang, Medan, dan Banda Aceh.

Baca Juga:  Kemnaker Beri Bantuan Rp32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Warga Sumatra Utara dan Aceh

Selain itu, helikopter dan pesawat dari Pulau Jawa juga diterbangkan ke Sumatra, meski membutuhkan waktu tempuh sekitar 13 hingga 15 jam.

Teddy menyebutkan bahwa pada hari yang sama, sejumlah helikopter telah tiba di Banda Aceh untuk mengangkut logistik dan genset PLN ke wilayah terdampak.

“Kemudian di tanggal 27 itu juga, beberapa heli sampailah ke Banda Aceh. Angkat genset PLN, angkat logistik. Sama, tidak ada media di situ,” ujarnya.

Sebanyak 20 ribu personel gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan sejak Kamis (27/11) untuk membantu evakuasi korban dan mempercepat penanganan kondisi darurat akibat banjir bandang dan longsor.

Teddy menegaskan bahwa publikasi baru dilakukan pada Jumat (28/11), setelah armada udara tiba di lokasi bencana.

“Kemudian baru di tanggal 28, ada pelepasan pesawat. Empat pesawat dan 15 helikopter sudah sampai di sana. Baru kita undang rekan-rekan media,” katanya.

Dukungan Alutsista dan Peninjauan Presiden

Hingga kini, lebih dari 80 unit transportasi udara telah dikerahkan untuk mendukung penanganan bencana.

Armada tersebut berasal dari TNI, Polri, Basarnas, pihak swasta, termasuk dukungan dari Susi Air dan berbagai program CSR.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden juga telah meninjau langsung lokasi bencana di tiga provinsi pada hari kelima atau keenam setelah kejadian, disusul oleh kehadiran sejumlah menteri terkait.

“Jadi itu semuanya sejak hari pertama, saya pastikan sudah berjuang keras, secepat mungkin di sana,” tegas Teddy.

Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga

Pemerintah pusat menjalankan penanganan bencana melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga dengan mengedepankan respons cepat.

Teddy menyampaikan bahwa Kepala BNPB juga langsung menuju Sumatra Utara, meskipun saat itu sedang menangani erupsi Gunung Semeru di Lumajang.

Baca Juga:  Gempa M 7,7 Guncang Karatung Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam mengelola penanganan bencana yang terjadi secara bersamaan di beberapa wilayah.

(AKM/NID/RAD)

Trending