Connect with us

Viral

Viral! Kades Bonder Mandi Lumpur di Tengah Jalan Rusak sebagai Bentuk Protes

Aksi Kades Bonder mandi lumpur di jalan rusak Lombok Tengah viral. Pemkab Lombok Tengah melalui Dinas PUPR menjelaskan penyebab kerusakan dan rencana perbaikan.

Logompn

Published

on

Viral! kades bonder mandi lumpur di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes
Viral! Kades Bonder Mandi Lumpur di Tengah Jalan Rusak sebagai Bentuk Protes. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Facebook/@Dneq Husen

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 23 Desember 2025 - Aksi Kepala Desa (Kades) Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selamat Riadi, mandi lumpur sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak viral di media sosial.

Aksi Kades Bonder tersebut dilakukan di ruas Jalan Penujak-Selong Belanak yang mengalami kerusakan parah dan kerap tergenang lumpur.

Video aksi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook @Dneq Husen pada Sabtu (20/12) dan telah ditonton sebanyak 116.000 kali.

Aksi Mandi Lumpur di Jalan Rusak

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dalam video tersebut, Selamat Riadi terlihat bertelanjang dada sambil mengguyur tubuhnya dengan air lumpur.

Ia juga tampak sesekali berbaring di kubangan lumpur di tengah jalan yang rusak parah.

Aksi tersebut tidak dilakukan seorang diri, melainkan didampingi puluhan pemuda yang hadir sebagai bentuk solidaritas.

Aksi mandi lumpur itu dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah yang dinilai belum melakukan perbaikan jalan di wilayah tersebut.

Respons Pemkab Lombok Tengah

Aksi Selamat Riadi mendapat respons dari Pemkab Lombok Tengah melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Lalu Rahadian.

Ia membantah anggapan bahwa pemerintah daerah mengabaikan kondisi jalan tersebut.

“Itu memang sudah kami rencanakan, tetapi kan ada yang lebih mendesak kita diperintahkan untuk menangani drainase penyebab banjir di Jurang PP. Terus kami eksekusi,” ujar Rahadian saat dikonfirmasi detikBali di Praya, Senin (22/12).

Rahadian menjelaskan bahwa kerusakan jalan Penujak–Selong Belanak disebabkan oleh saluran drainase yang tertimbun tanah.

Baca Juga:  Dapat Penghargaan, Teh Novi Sindir Farhat Abbas: Saya Berikan Prestasi Bukan Sensasi

Kondisi tersebut membuat air meluap ke badan jalan sehingga merusak lapisan aspal.

Ia menyebut, perbaikan akan difokuskan terlebih dahulu pada pembenahan drainase, kemudian dilanjutkan dengan penutupan lubang-lubang di badan jalan.

“Kami akan turunkan alat berat, eskalator, menutup lubang-lubang itu,” tegasnya.

Anggaran dan Rencana Perbaikan

Terkait anggaran, Rahadian mengakui bahwa saat ini belum tersedia alokasi khusus untuk perbaikan jalan tersebut.

Meski demikian, ia memastikan penanganan tetap dilakukan dengan memanfaatkan anggaran rutin yang tersedia.

“Untuk tahun ini tidak ada anggarannya, tetapi kami akan tangani dengan anggaran rutin yang sedikit itu dan kami juga sudah perintahkan teman-teman akan survei dahulu. Dan insyaallah besok sudah mulai dikerjakan,” imbuh Rahadian.

Status Jalan dan Sikap Warga

Selamat Riadi mengaku belum mengetahui secara pasti status Jalan Penujak–Selong Belanak.

Berdasarkan informasi yang ia terima, ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang sedang diusulkan untuk peningkatan status menjadi jalan provinsi.

“Info sedang diusul ke provinsi oleh pemda,” kata Selamat saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (21/12).

Selama ini, warga setempat disebut melakukan perbaikan jalan secara swadaya karena belum adanya penanganan langsung dari pemerintah daerah.

Aksi mandi lumpur yang dilakukan Selamat Riadi menjadi bentuk ekspresi kekecewaan atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

“Ampure (maaf), tiang (saya) tidak bisa mengatakan apapun, hanya sikap. Sepertinya Dinda (Anda) bisa mengartikan,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending