Connect with us

Selebriti

Singgung Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono soal Mata Gibran, Tompi: Bukan Bahan Lelucon!

Dokter Tompi memberikan kritik terhadap Pandji Pragiwaksono soal pertunjukannya di Mens Rea yang tayang di Netflix pada Sabtu (27/12/2025).

Logompn

Published

on

Singgung materi mens rea pandji pragiwaksono soal mata gibran, tompi bukan bahan lelucon!
Dokter Tompi kritik Pandji Pragiwaksono. Gambar: Kolase Tangkapan Layar/@dr_tompi/@pandji.pragiwaksono

MPN Indonesia 5 Januari 2026 - Penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah plastik, Tompi, menyampaikan kritik terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix pada Sabtu (27/12/2025).

Kritik tersebut berfokus pada bagian materi Pandji yang menyindir kondisi fisik mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang digambarkan seperti orang mengantuk.

Melalui akun Instagram pribadinya @dr_tompi, ia menilai bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang, apapun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas.

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” ujar Pandji disambut tawa penonton, dikutip MPN Indonesia pada Senin (5/1) dalam tayangan Mens Rea di Netflix.

Menanggapi pernyataan tersebut, Tompi menjelaskan bahwa kondisi mata yang terlihat ‘mengantuk’ dikenal dalam dunia medis sebagai ptosis, yakni kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis.

Kritik Tompi terhadap Pandji

Dalam unggahannya pada Sabtu (3/1), Tompi menegaskan bahwa kondisi seperti ptosis sama sekali bukan bahan lelucon.

Ia juga mengingatkan pentingnya menaikkan standar diskusi publik, agar tidak lagi menyasar aspek fisik seseorang, melainkan fokus pada kebijakan dan gagasan.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis dr. Tompi dalam keterangan unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (5/1).

Ia juga menyampaikan bahwa kritik, satire, maupun humor sah dalam demokrasi, namun tetap harus disampaikan secara bijak.

Baca Juga:  Joao Cancelo Resmi Gabung Kembali ke Barcelona

“Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjutnya.

Tompi menyerukan kepada publik agar lebih fokus mengkritisi aspek yang substantif.

“Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tulisnya.

Meskipun memberikan kritik tajam terhadap bagian tersebut, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan materi Mens Rea.

“Btw saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. Banyak benernya,” jelas dr.Tompi.

Respons Pandji

Pandji merespons kritik tersebut langsung melalui kolom komentar unggahan Tompi. Alih-alih menunjukkan keberatan, ia menyampaikan apresiasi atas koreksi yang diberikan.

“Keren Tom, terima kasih koreksinya,” tulis Pandji.

Pertunjukan Mens Rea sendiri merupakan penampilan stand-up comedy tunggal terbaru dari Pandji Pragiwaksono yang telah tayang di Netflix sejak Sabtu (27/12/2025).

Materi dalam pertunjukan tersebut banyak mengangkat tema sosial dan politik, termasuk bagaimana masyarakat menentukan pemimpin berdasarkan tampilan fisik. 

(ELG/NID/RAD)

Trending