Connect with us

Internasional

Israel Klaim Temukan Bunker Hizbullah di Beirut, Simpan Uang Rp7,7 Triliun

Direktur Rumah Sakit Sahel membantah tuduhan Israel terkait bunker Hizbullah yang menyimpan dana besar di bawah rumah sakit.

Actress 1299250

Published

on

Israel Klaim Temukan Bunker Hizbullah di Beirut, Simpan Uang Rp7,7 Triliun
Israel Klaim Temukan Bunker Hizbullah di Beirut, Simpan Uang Rp7,7 Triliun. Gambar : Dok. IDF

MPN Indonesia 23 Oktober 2024 - Pada Senin (21/10), Israel mengklaim telah menemukan sebuah bunker milik kelompok milisi Hizbullah yang menyimpan uang tunai senilai $500 juta, atau sekitar Rp7,7 triliun.

Bunker tersebut berlokasi di bawah tanah. Tepatnya, di dekat Rumah Sakit Sahel, Dahiyeh, pinggiran Ibu Kota Beirut, Lebanon.

Menurut Israel, bunker tersebut digunakan oleh Hizbullah untuk menyembunyikan dana besar guna memperkuat kelompoknya.

Bunker tersebut juga dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, sebelum ia dilaporkan tewas pada 27 September lalu.

Israel Tuding Hizbullah Simpan Dana Raksasa di Bunker

Dalam konferensi pers yang diadakan juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, disebutkan bahwa bunker di bawah Rumah Sakit Sahel menyimpan lebih dari setengah miliar dolar dalam bentuk tunai dan emas.

Dana tersebut, menurut Hagari, merupakan bagian dari upaya Hizbullah untuk meningkatkan kekuatannya.

Hagari menambahkan bahwa dana yang disimpan Hizbullah di bunker tersebut diduga merupakan hasil dari tindakan pencurian terhadap rakyat Lebanon.

Menurutnya, uang itu seharusnya digunakan untuk merehabilitasi kondisi Lebanon, bukan untuk memperkuat milisi Hizbullah yang terus melakukan serangan terhadap Israel.

Hagari mendesak pemerintah Lebanon agar segera menyita uang tunai dan emas yang ditemukan di bunker tersebut.

Tujuannya untuk mencegah serangan lebih lanjut terhadap Israel.

Israel Awasi Lokasi, Tegaskan Tidak Akan Serang Rumah Sakit

Militer Israel, terutama Angkatan Udara, dilaporkan sedang memantau lokasi bunker yang berada di bawah Rumah Sakit Sahel.

Baca Juga:  Febrie Adriansyah pakai Rompi Pink dan Diborgol saat Jalani Pemerikasaan di Kejagung

Meskipun Israel mengklaim telah mengetahui lokasi tersebut, Hagari menekankan bahwa serangan langsung terhadap rumah sakit itu tidak akan dilakukan.

Israel menegaskan bahwa meskipun bunker ditemukan di area rumah sakit, fasilitas medis tersebut akan tetap aman dari serangan militer Israel.

Di sisi lain, Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon telah berlangsung lama, dengan eskalasi serangan dan tuduhan di antara kedua belah pihak.

Rumah Sakit Sahel Bantah Keterkaitan dengan Bunker Hizbullah

Merespons tuduhan Israel, Direktur Rumah Sakit Sahel, Fadi Alameh, segera mengeluarkan bantahan resmi.

Alameh menegaskan bahwa rumah sakitnya tidak memiliki keterkaitan dengan bunker yang dituduhkan oleh Israel.

Ia menekankan bahwa fasilitas kesehatan tersebut murni menjalankan fungsi medis tanpa hubungan dengan aktivitas militer Hizbullah.

Rumah sakit ini, yang berlokasi di Dahiyeh, memang terletak di area yang sering dikaitkan dengan kehadiran Hizbullah, namun Alameh membantah adanya kegiatan militer di wilayah rumah sakitnya.

Serangan Udara Israel di Beirut Menyusul Perintah Evakuasi

Tak lama setelah Israel melontarkan tuduhan terkait bunker Hizbullah, militer Israel memerintahkan warga Dahiyeh untuk segera mengevakuasi diri.

Militer mengumumkan bahwa serangan terhadap bangunan di wilayah tersebut akan segera dilancarkan, dan warga harus menjauh setidaknya 500 meter dari area yang ditargetkan.

Evakuasi ini dilakukan untuk menghindari korban sipil dalam serangan yang direncanakan oleh Israel.

Sekitar satu jam setelah perintah evakuasi diberikan, serangan udara Israel mulai diluncurkan.

Salah satu serangan terjadi tepat di depan pintu masuk rumah sakit universitas Rafik Hariri, yang merupakan rumah sakit umum terbesar di Lebanon.

Akibat serangan tersebut, empat orang dilaporkan tewas dan 24 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Lisa Mariana akan Dipanggil sebagai Saksi dalam Kasus Korupsi Bank BJB

Serangan ini menjadi bagian dari operasi militer Israel yang semakin meningkat di Lebanon.

Operasi militer Israel di Beirut ini, terutama serangan terhadap infrastruktur sipil seperti rumah sakit, menimbulkan perhatian dalam ranah hukum internasional.

Penggunaan fasilitas medis untuk tujuan militer, jika terbukti, dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum dan kriminal internasional, termasuk kejahatan perang.

Trending