Selebriti
Innalillahi! Ayah Venna Melinda Meninggal di Tempat Pijat, Begini Kronologinya
Ayah Venna Melinda, Jimmy Rekartono, meninggal dunia di sebuah tempat pijat di Jakarta Selatan. Venna ungkap kronologi, duka, dan kenangan bersama sang ayah.
MPN Indonesia 8 Januari 2026 - Jimmy Rekartono, ayah dari Venna Melinda, meninggal dunia pada Selasa (6/1) sekitar pukul 15.30 WIB.
Ia mengembuskan napas terakhir saat berada di sebuah tempat pijat kesehatan di kawasan Grand Wijaya, Jakarta Selatan.
Saat peristiwa itu terjadi, Venna Melinda sedang berada di Bali untuk berlibur bersama putrinya, Vania Athabina.
Kabar duka tersebut diterimanya melalui pesan WhatsApp dan sejumlah panggilan tidak terjawab dari pihak tempat pijat.
“Jadi aku tuh kemarin memang lagi di Bali sama Vania karena memang jadwalnya liburan. Jadi, memang ada yang nelfon, tapi karena aku di pantai, aku enggak terlalu dengar kan, sampai lima kali missed call, terus ada masuk WhatsApp gitu,” ujar Venna kepada wartawan usai pemakaman di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Rabu (7/1).
Venna mengaku tidak menyangka ayahnya meninggal dunia. Ia terakhir bertemu Jimmy saat ulang tahun sang ibu dan melihat kondisi ayahnya masih sehat.
“Wa-nya ‘kak maaf saya dari petugas dari salah satu mitra sehat’ apa tempat pijat gitu. Aku bilang ‘ini siapa sih?’, aku masih diam saja karena aku tuh tahu papaku tuh enggak mungkin sakit gitu. Karena kan terakhir ketemu ulang tahun mama ya, masih sehat, masih nyanyi-nyanyi,” jelasnya.
Jimmy Rekartono diketahui ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh petugas tempat pijat.
Petugas kemudian menghubungi dua kontak teratas di ponsel almarhum, yakni Venna dan adiknya, Maya.
Detik-detik Venna Menerima Kabar Duka
Venna awalnya mengira sang ayah hanya tertidur. Namun situasi berubah setelah petugas menyampaikan kondisi Jimmy yang tidak sadarkan diri.
“Terus aku bilang telfon ‘kenapa mbak?’, dia jawab ‘iya, bapaknya nih tadi waktu saya mau pijat tiba-tiba pingsan, kaku’. Terus aku bilang, waduh saya di Bali, gimana ya mbak ya? Udah dipanggil ambulans belum? Dia jawab ‘udah, tapi bapaknya sekarang nih enggak bangun-bangun’,” tutur Venna.
Keluarga kemudian mengupayakan pengiriman ambulans ke lokasi. Namun nyawa Jimmy tidak tertolong.
“Aku panik kan, aku telfon mama enggak bisa, aku telfon semua enggak ada yang bisa. Akhirnya aku telfon lagi sama mbaknya, aku bilang ‘pastiin lagi deh mbak tuh gimana kondisinya’. Terus Tata telfon pokoknya udah Mena doain aja, nih kayaknya denyut nadinya lemah,” ungkapnya.
Venna yang berada di Kuta, Bali, langsung berusaha mencari penerbangan untuk kembali ke Jakarta.
“Udah nangis-nangis di pinggir pantai. Aku harus pulang ke hotel dulu, aku harus urus gimana caranya dapat tiket di tengah orang lagi liburan semua. Dari Kuta sampai hotel aku nangis-nangis sambil nyetir,” lanjutnya.
Ia bersyukur akhirnya mendapat bantuan hingga bisa berangkat lebih cepat dan masih sempat bertemu sang ayah.
“Tapi alhamdulillahnya akhirnya ada yang bantuin bisa dapat tiket cuma siang. Terus alhamdulillahnya lagi malamnya ada yang kasih lagi bantuan bisa berangkat pagi supaya aku masih bisa ketemu papa,” imbuhnya.
Prosesi Pemakaman di TPU Jeruk Purut
Setibanya di Jakarta, Venna Melinda langsung menuju rumah duka dan mendampingi prosesi pemakaman Jimmy Rekartono di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Rabu (7/1).
Venna tampak mengenakan busana serba hitam dan menangis saat menabur bunga di atas pusara ayahnya.
“Selamat jalan ya, pa,” ucap Venna lirih.
Ia juga mengajak putrinya, Vania Athabina, untuk ikut menaburkan bunga dan menyiram air mawar di makam sang kakek.
“Maafin Mena belum bisa bahagiakan papa,” kata Venna sambil menangis.
Kenangan Venna Melinda terhadap Sang Ayah
Venna mengenang Jimmy Rekartono sebagai sosok ayah yang selalu memberikan perlindungan, terutama saat dirinya menghadapi masa sulit, termasuk ketika menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Apalagi waktu aku ada kasus (KDRT), Papa tuh nomor satu yang belain aku. Dia paling sering kontak aku,” beber Venna.
Meski terpaut usia 20 tahun, Venna mengaku hubungannya dengan sang ayah sangat dekat dan terbuka.
“Jadi kami beda usia 20 tahun, tapi papa tuh sering aku debatin kayak teman sebaya. Kalau ada hal yang enggak srek, pasti langsung debat,” sambungnya.
Ia juga mengingat momen saat dirinya pernah sakit parah dan sempat berpamitan kepada orang tuanya.
“Aku ingat banget aku pernah sakit, aku pengen pamit. Mama-Papa datang, sampai Papa bilang, ‘Enggak lah, Papa duluan. Pasti kalau yang dipanggil enggak mungkin kamu’,” lirihnya.
Ucapan tersebut kini menjadi kenyataan. Jimmy Rekartono meninggal dunia dalam usia 73 tahun dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
“Aku ngerasa kehilangan banget. Sekarang aku cuma tinggal punya Mama. Berasa banget ternyata kehilangan orang tua,” tambahnya Venna.
Ia juga mengungkapkan penyesalan karena belum sempat memenuhi keinginan sang ayah untuk bepergian bersama.
“Karena waktunya sempit, rencana pergi itu tidak jadi. Aku bilang enggak bisa saat itu. Itu yang aku sesali,” pungkasnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
