Connect with us

Internasional

Korban Tewas akibat Demo Besar di Iran Tembus 2.000 Jiwa!

Lebih dari 2.000 orang tewas dalam aksi demonstrasi di Iran selama dua pekan terakhir akibat penindakan keras aparat keamanan.

Logompn

Published

on

Korban tewas akibat demo besar di iran tembus 2.000 jiwa!
Korban Tewas akibat Demo Besar di Iran Tembus 2.000 Jiwa!. Gambar: Dok. The Indian Express

MPN Indonesia 14 Januari 2026 - Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dalam aksi demonstrasi di Iran yang berlangsung selama lebih dari dua pekan terakhir hingga Selasa (13/1).

Penindakan keras oleh aparat keamanan terhadap massa protes menyebabkan lonjakan korban jiwa yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah negara itu sejak Revolusi Islam 1979.

Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat menyatakan bahwa sebanyak 2.003 orang dipastikan tewas dalam kerusuhan tersebut.

Dari jumlah tersebut, HRANA merinci bahwa 1.850 orang adalah demonstran, 135 orang berafiliasi dengan pemerintah, sembilan anak-anak, dan sembilan warga sipil yang tidak terlibat dalam aksi protes.

Aksi demonstrasi sendiri bermula dari kemarahan publik terhadap runtuhnya nilai mata uang dan melonjaknya biaya hidup, yang kemudian berkembang menjadi penolakan terhadap sistem pemerintahan teokratis dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Protes telah menyebar ke 180 kota dan desa di seluruh 31 provinsi Iran.

Kondisi di lapangan semakin sulit dipantau akibat pemadaman internet dan komunikasi yang telah berlangsung lebih dari 120 jam.

“Kami merasa ngeri, tetapi kami masih berpikir angka ini konservatif,” ujar Wakil Direktur HRANA, Skylar Thompson kepada Associated Press, dikutip MPN Indonesia dari BBC pada Rabu (14/1), sambil menambahkan bahwa laporan tambahan terkait 779 kematian lainnya masih dalam proses verifikasi.

Respons Internasional

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (13/1) menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan jika jumlah korban benar-benar terkonfirmasi.

“Pembunuhan itu tampaknya signifikan, tetapi kita belum tahu pasti. Begitu dia mendapatkan angkanya, kami akan bertindak sesuai dengan itu,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca Juga:  Influencer Filipina Meninggal usai Mukbang Kepiting Beracun "Devil Crab"

“Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal ini berhenti. Bantuan sedang dalam perjalanan. MIGA!” tulis Trump melalui Platform Truth Social.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan protes terkait pembunuhan mengerikan dan brutal terhadap para demonstran Iran.

Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Türk, juga menyerukan penghentian kekerasan dan meminta otoritas Iran mengembalikan akses komunikasi serta menghentikan ancaman hukuman mati terhadap para pengunjuk rasa.

“Pemberian label ‘teroris’ kepada para pengunjuk rasa untuk membenarkan kekerasan adalah hal yang tidak dapat diterima,” tegasnya.

Situasi di Iran Saat Ini

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi jenazah menumpuk di Pusat Forensik Kahrizak di Teheran.

BBC menghitung setidaknya 180 jenazah dibungkus kain kafan dan kantong jenazah dalam satu rekaman, sementara 50 jenazah lainnya tampak dalam rekaman berbeda.

“Mereka menumpuk mayat dari setiap lingkungan, seperti Saadatabad, Naziabad, Sattarkhan,” ujar seorang aktivis.

Rumah sakit di Teheran juga dikabarkan kewalahan.

“Di sebagian besar rumah sakit, situasinya seperti zona perang. Kami kekurangan persediaan, kekurangan darah,” jelas Profesor Shahram Kordasti, ahli onkologi Iran di London.

Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah korban memang mencapai 2.000 orang, namun menyebut ‘teroris’ sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Ayatollah Ali Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah menuduh adanya “tentara bayaran” yang menjalankan rencana musuh asing.

Langkah Hukum dan Tindakan Represif

Lebih dari 16.780 demonstran telah ditahan sejauh ini. HRANA melaporkan bahwa seorang pria berusia 26 tahun, Erfan Soltani, yang ditahan pada Kamis lalu telah dijatuhi hukuman mati.

Baca Juga:  Didakwa Pelecehan Seksual Anak, Kopilot Delta Airlines Ditangkap saat Masih Berada di Kokpit

“Dalam proses yang sangat cepat, hanya dalam dua hari, pengadilan mengeluarkan hukuman mati, dan keluarga diberitahu bahwa ia akan dieksekusi pada hari Rabu ini,” kata kerabatnya kepada BBC Persia.

Ketua Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menyatakan bahwa mereka yang terlibat dalam kerusuhan akan ditindak secara serius dan tegas.

Di berbagai wilayah seperti Teheran, Arak, Tabriz, Urmia, dan Khorramabad, rekaman menunjukkan bentrokan dengan pasukan keamanan dan suara tembakan.

(ADN/NID/RAD)

Trending