Connect with us

Olahraga

16.800 Fans Bola Batal Beli Tiket Piala Dunia 2026 dalam Semalam, Ada Apa?

16.800 penggemar sepak bola dari berbagai negara membatalkan pembelian tiket piala dunia 2026 hanya dalam satu malam.

Logompn

Published

on

16.800 fans bola batal beli tiket piala dunia 2026, ada apa
16.800 Fans Bola Batal Beli Tiket Piala Dunia 2026, Ada Apa? | Gambar: FIFA

MPN Indonesia 18 Januari 2026 - Sebanyak 16.800 penggemar sepak bola dari berbagai negara membatalkan pembelian tiket piala dunia 2026 hanya dalam satu malam, menurut laporan Roya News pada Sabtu (10/1).

Kejadian ini terjadi menjelang penyelenggaraan turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026.

Gelombang pembatalan tersebut muncul akibat kekhawatiran atas iklim politik di Amerika Serikat, termasuk kebijakan larangan perjalanan dan isu keamanan domestik.

FIFA, sebagai penyelenggara piala dunia 2026, dikabarkan tengah menghadapi tekanan besar karena situasi ini.

Meskipun tiket yang sudah terjual tidak bisa dibatalkan secara resmi karena kebijakan “no-cancellation”, gelombang pembatalan ini diduga berasal dari fase ketiga penjualan, termasuk dari pembeli yang mengundurkan diri dari sistem random draw maupun lewat organisasi anggota.

Penyebab Ribuan Fans Batal Beli Tiket

Penarikan tiket terjadi secara massal di tengah seruan boikot di media sosial yang menyebar luas, terutama dari pendukung internasional yang merasa tidak nyaman dengan kebijakan politik AS.

AS, yang menjadi salah satu tuan rumah piala dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, diberi sorotan oleh komunitas sepak bola global karena menerapkan larangan perjalanan terhadap beberapa negara.

Negara yang terdampak larangan ini mencakup Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading, padahal semuanya lolos ke piala dunia 2026.

Meskipun pemain dan staf tim dikecualikan, ribuan pendukung dari negara-negara ini menghadapi hambatan untuk mendapatkan visa masuk ke AS.

Sejumlah media melaporkan bahwa ICE (Imigrasi dan Bea Cukai AS) kini meningkatkan aktivitas penegakan hukum imigrasi.

Baca Juga:  Gagal Piala Dunia, Timnas Korea Selatan dan Eks Pelatih Disambut Cemoohan saat Kembali ke Negaranya

The Travel bahkan menyebut Gedung Putih sempat memberi sinyal kemungkinan razia terhadap peserta asing.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan pendukung dari Eropa, AS sendiri, serta Afrika.

FIFA Dapat Tekanan dari Berbagai Pihak

Di media sosial, para influencer turut menyuarakan penarikan tiket sebagai bentuk protes terhadap situasi politik di AS.

Di tingkat internasional, 23 anggota parlemen Inggris dari lintas partai mendesak FIFA agar mencoret Amerika Serikat dari daftar peserta piala dunia 2026.

Mereka menilai AS telah melakukan intervensi terhadap kedaulatan negara lain setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas AS.

“Ini adalah invasi terhadap negara berdaulat dan penculikan seorang presiden Venezuela,” ujar anggota parlemen Inggris, Brian Leishman.

Ia juga membandingkan sikap FIFA terhadap AS dengan kebijakan terhadap Rusia yang dilarang ikut kompetisi internasional setelah invasi ke Ukraina pada 2022.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending