Connect with us

Olahraga

Venue India Open 2026 Dikecam Kotor hingga Ada Monyet Masuk, BWF Buka Suara

Sejumlah atlet dunia mengkritik kondisi penyelenggaraan India Open 2026 yang digelar di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi.

Logompn

Published

on

Venue india open 2026 dikecam kotor hingga ada monyet masuk, bwf buka suara
Ganda Putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, saat tanding di India Open 2026 | Gambar: PBSI

MPN Indonesia 18 Januari 2026 - Sejumlah atlet dunia mengkritik kondisi penyelenggaraan India Open 2026 yang digelar di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi.

Turnamen bulu tangkis level Super 750 yang berlangsung sejak 13 hingga 18 Januari itu dikecam karena kondisi venue yang dianggap kotor, tidak higienis, hingga adanya hewan liar seperti monyet dan burung yang masuk ke area pertandingan dan latihan.

Keluhan dari Para Pemain

Salah satu pebulutangkis yang mengeluhkan kondisi venue adalah pebulutangkis asal Denmark, Mia Blichfeldt.

Ia menyebut kondisi venue sangat kotor dan berisiko bagi kesehatan atlet.

“Saya berharap kondisi di sini akan lebih baik daripada di tempat lain, tetapi masih sangat kotor dan tidak baik untuk kesehatan para pemain,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari Navbharat Times.

“Semua orang berlatih mengenakan dua pasang celana, jaket, sarung tangan, dan topi. Saya tahu semua orang melakukan segala upaya untuk memperbaiki kondisi, tetapi masih banyak yang harus dilakukan,” tambah dia.

Ia juga menyampaikan bahwa burung-burung sering terlihat beterbangan dan menginjak lapangan latihan.

Sementara itu, atlet Korea Selatan, Kang Min Hyuk, membagikan momen saat seekor monyet masuk ke tribune ketika ia berlatih di arena.

“Apakah hewan bebas masuk?” tulisnya dalam unggahan video di Instagram pada Rabu (14/1).

Kondisi cuaca dingin ekstrem juga menjadi sorotan, di mana beberapa pemain seperti Michelle Li (Kanada), Ratchanok Intanon (Thailand), Putri KW, dan Jonatan Christie menyampaikan keluhan karena tidak adanya alat pemanas di dalam arena.

Tanggapan BWF

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menanggapi berbagai keluhan ini dengan menyatakan telah berinteraksi langsung dengan para pemain selama turnamen berlangsung.

Baca Juga:  Alasan Gregoria Mariska Mundur dari Pelatnas PBSI

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (16/1), BWF tidak membantah adanya masalah seperti kebersihan, hewan masuk ke venue, hingga suhu dingin dan kualitas udara yang terganggu kabut asap.

Meski demikian, BWF menyatakan bahwa Indira Gandhi Sports Complex adalah peningkatan dari Stadion KD Jadhav.

“Penilaian kami menegaskan bahwa Indira Gandhi Sports Complex merupakan peningkatan signifikan dari Stadion KD Jadhav, menawarkan infrastruktur yang lebih baik,” kata BWF.

BWF juga menyebut Badminton Association of India (BAI) telah merespons cepat berbagai persoalan, termasuk peningkatan pada fasilitas seperti permukaan dan lantai lapangan, gimnasium, dan layanan medis.

Namun, BWF mengakui bahwa aspek kebersihan, sanitasi umum, dan pengendalian hewan tetap membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Tak akan Ganti Venue

Meskipun India Open 2026 dikelilingi berbagai permasalahan, BWF menyatakan belum ada rencana untuk mengganti venue Kejuaraan Dunia BWF yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.

Mereka menyatakan bahwa lokasi saat ini telah memenuhi persyaratan Field of Play BWF dan memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet.

“Perpindahan ke Indira Gandhi Sports Complex memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet dan ofisial serta memenuhi persyaratan Lapangan Permainan BWF untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia BWF,” ujar BWF.

Federasi juga menegaskan bahwa seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

(AKM/NID/RAD)

Trending