Connect with us

Internasional

Terjepit di Antara Batu, Wanita Australia Selamat Setelah 7 Jam dalam Posisi Terbalik

Seorang wanita berusia 23 tahun terjebak di antara batu selama tujuh jam di Hunter Valley, Australia, setelah mencoba mengambil ponselnya yang jatuh.

Arthur

Published

on

Terjepit di Antara Batu, Wanita Australia Selamat Setelah 7 Jam dalam Posisi Terbalik
Terjepit di Antara Batu, Wanita Australia Selamat Setelah 7 Jam dalam Posisi Terbalik. Gambar : Dok. unsplash.com/Saketh Garuda

MPN Indonesia 24 Oktober 2024 - Seorang wanita di Australia mengalami kecelakaan di area publik setelah terjepit di antara batu-batu besar selama tujuh jam dalam posisi terbalik.

Kejadian ini terjadi pada 12 Oktober di Hunter Valley, New South Wales (NSW), saat wanita berusia 23 tahun tersebut mencoba mengambil ponselnya yang jatuh di antara bebatuan.

Namun, ia terpeleset dan jatuh ke dalam celah sempit dengan kedalaman sekitar tiga meter, membuatnya terjebak dalam posisi terbalik—kepala di bawah, kaki di atas.

Posisi ini menyulitkan proses penyelamatan dan mengancam kesehatan wanita tersebut, yang terjebak selama berjam-jam di lokasi yang sulit dijangkau.

Lokasi kecelakaan yang berada di jalur semak-semak, sekitar 50 meter dari jalur utama, membuat teman-temannya tidak dapat segera memberikan pertolongan.

Mereka terpaksa meninggalkan wanita tersebut sementara waktu untuk mencari bantuan, karena tidak ada sinyal telepon di area kejadian.

Operasi Penyelamatan yang Menantang

Tim penyelamat dari layanan Ambulans New South Wales (NSW), pemadam kebakaran, polisi, dan kru sukarelawan segera dikerahkan setelah laporan ini diterima.

Peter Watts, seorang paramedis penyelamat spesialis, menjadi petugas pertama yang tiba di tempat kejadian.

Menurut Watts, penyelamatan ini adalah salah satu tantangan terbesar yang pernah dihadapinya.

“Saat tiba di lokasi, hanya kaki wanita itu yang terlihat dari celah sempit di antara dua batu besar. Lokasinya sangat sulit diakses, bahkan oleh kendaraan off-road,” ujar Watts.

Posisi terbalik yang dialami wanita itu selama berjam-jam meningkatkan risiko kesehatan, termasuk tekanan berlebihan pada tubuh dan potensi kehilangan kesadaran.

Tim penyelamat akui mengalami tantangan, yakni setiap upaya menggeser batu-batu di sekitar wanita itu bisa berisiko menimpanya.

Baca Juga:  Balita Usia 2 Tahun Patah Kaki Akibat Terjepit Eskalator Mal di Jakarta Barat

Karena itu, mereka bekerja sangat hati-hati, menggunakan alat seperti kerekan dan kayu untuk menggeser batu-batu seberat sekitar 500 kilogram tanpa menambah risiko kecelakaan.

Proses Penyelamatan yang Rumit

Proses penyelamatan berlangsung selama tujuh jam, di mana tim menggunakan berbagai teknik untuk membebaskan wanita tersebut dari celah batu.

Posisi tubuh yang tidak lurus ke bawah memperumit proses evakuasi.

Menurut Watts, mereka harus memutar tubuh korban dalam bentuk huruf S untuk menariknya keluar dengan aman.

“Setelah kami berhasil mengeluarkan pinggulnya, kami harus menggerakkan kakinya ke satu sisi untuk membebaskan bahunya dari celah sempit itu,” jelas Watts.

Meski terlihat sangat lelah dan pucat setelah terjebak dalam posisi terbalik begitu lama, wanita itu berhasil diselamatkan tanpa cedera serius.

Wanita Selamat Tanpa Luka Serius

Setelah dibebaskan, wanita tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk observasi.

Meski hanya mengalami memar dan luka gores ringan, posisi terbaliknya selama beberapa jam menyebabkan pusing dan membuat kakinya tidak mampu menopang tubuhnya setelah kejadian.

“Kondisinya stabil, namun sangat lelah, dan darah mengalir ke kepalanya karena terjebak terbalik dalam waktu lama,” ungkap Watts.

Untungnya, ia selamat tanpa cedera serius. Namun, ponsel yang menyebabkan kecelakaan itu masih tertinggal di celah bebatuan di lokasi kejadian.

passion for media and technology. With experience in SEO writing and shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending