Connect with us

Politik

Prabowo Ajak Universitas Terkemuka Inggris Bangun 10 Kampus Internasional di RI

Prabowo Subianto mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk bekerja sama dalam pembangunan 10 universitas baru.

Logompn

Published

on

Prabowo ajak inggris bangun 10 kampus bertaraf internasional di ri
Prabowo Subianto saat hadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/1) | Gambar: Tim Media Presiden

MPN Indonesia 22 Januari 2026 - Prabowo Subianto mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk bekerja sama dalam pembangunan 10 universitas baru bertaraf internasional di Indonesia.

Ajakan ini disampaikan dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/1).

Rencana pembangunan tersebut ditujukan untuk mengatasi kekurangan tenaga medis di Indonesia.

Prabowo menyebut bahwa Indonesia masih membutuhkan sekitar 140.000 dokter, sementara produksi lulusan baru hanya sekitar 9.000 dokter per tahun.

“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” ujar Prabowo, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Presiden RI, Kamis (22/1).

Pakai Standar Inggris

Universitas yang akan dibangun rencananya akan difokuskan pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, dan sains serta teknologi, dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ungkap Prabowo.

Pemerintah juga akan menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa terpilih, disertai pelatihan bahasa Inggris.

Tak hanya itu, Prabowo juga membuka kemungkinan kerja sama dengan British Council untuk penerapan standar IELTS.

Perkuat Kerja Sama RI-Inggris

Langkah Prabowo ini merupakan bagian dari implementasi kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris yang disepakati bersama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

Pertemuan keduanya berlangsung di Kantor PM Inggris, London, pada hari yang sama.

Kerja sama ini meliputi empat pilar utama, yaitu penguatan pertumbuhan ekonomi, kerja sama iklim dan energi, peningkatan pertahanan dan keamanan, serta pengembangan manusia dan masyarakat.

Baca Juga:  Sambil Menangis, Sunhaji Minta Presiden Prabowo untuk Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah

Dalam pertemuan bilateral dan forum bisnis serta pendidikan, Prabowo menegaskan pentingnya kemitraan ini dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk sektor pendidikan.

“Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi,” kata Prabowo.

“Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” tambah dia.

Bakal Bangun Rumah Sakit Pendidikan di Tiap Kampus

Selain universitas, Prabowo juga merancang pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus baru.

Fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan layanan kesehatan nasional dan mengurangi pengeluaran masyarakat untuk berobat ke luar negeri.

“Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu (membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus), mungkin kita bisa menghemat USD6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini,” ucap Prabowo.

Prabowo juga membuka peluang bagi masuknya dosen dan profesor asing melalui skema profesor tamu dari universitas mitra Inggris.

Ia menargetkan universitas baru ini mulai beroperasi pada 2028.

“Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending