Internasional
Pria Jatuh ke Sumber Air Panas Yellowstone, Tubuhnya Langsung Larut
Insiden tragis terjadi di Yellowstone ketika Colin Nathaniel Scott jatuh ke dalam kolam air panas, mengakibatkan tubuhnya larut dalam waktu kurang dari 24 jam.
MPN Indonesia 24 Oktober 2024 - Kecelakaan terjadi di sumber air panas Yellowstone pada tahun 2016 ketika seorang pria bernama Colin Nathaniel Scott (23) dari Portland, Oregon, jatuh ke dalam kolam air panas yang sangat asam.
Insiden ini mengakibatkan tubuh Colin larut sepenuhnya dalam waktu kurang dari 24 jam.
Kronologi Kecelakaan
Kejadian ini bermula ketika Colin bersama saudara perempuannya sedang berjalan-jalan di area Pork Chop Geyser pada hari insiden.
Mereka sedang mencari lokasi yang cocok untuk berendam.
Wakil kepala penjaga Yellowstone, Lorant Veress, menjelaskan bahwa mereka sengaja pindah ke area tersebut karena berharap menemukan kolam yang aman untuk berendam.
Saat itu, Colin mencoba memeriksa suhu air dengan mengulurkan tangannya ke salah satu kolam. Namun, nahas, ia tergelincir dan jatuh ke dalam kolam air panas tersebut.
Tubuh Colin ditemukan oleh petugas taman pada hari yang sama, namun kondisi cuaca buruk, termasuk badai petir, menghalangi tim penyelamat untuk segera mengevakuasi jasadnya.
Esok harinya, ketika petugas kembali untuk melakukan upaya penyelamatan, mereka mendapati bahwa tubuh Colin telah larut sepenuhnya, meninggalkan kawasan tersebut tanpa sisa jasad yang dapat diambil.
Suhu Ekstrem dan Kondisi Asam di Sumber Air Panas Yellowstone
Sumber air panas Yellowstone terkenal dengan suhu ekstrem dan tingkat keasaman tinggi, yang membuatnya sangat berbahaya bagi manusia.
Mata air di area ini bisa mencapai suhu sekitar 92 derajat Celsius di permukaan, dan di beberapa area panasnya bisa lebih tinggi lagi.
Berdasarkan data dari Survei Geologi AS, di beberapa area termal, aliran panas bisa mencapai lebih dari 100 watt per meter persegi, 50 kali lebih panas dari rata-rata wilayah Yellowstone lainnya.
Panas ini dihasilkan oleh magma yang terdapat di bawah kerak bumi, tepatnya di bawah kaldera Yellowstone, yang dipanaskan oleh Titik Panas Yellowstone.
Kombinasi antara suhu yang ekstrem dan sifat asam dari air ini menyebabkan tubuh manusia bisa larut hanya dalam beberapa jam setelah jatuh ke dalamnya.
Wakil kepala penjaga setempat, Veress, mengungkapkan bahwa tubuh Colin larut dalam waktu yang sangat singkat setelah jatuh.
“Dalam waktu yang sangat singkat, terjadi banyak pelarutan,” jelasnya.
Upaya Pencegahan Kecelakaan di Area Publik
Untuk mencegah kecelakaan di area publik serupa di masa depan, pihak pengelola Taman Nasional Yellowstone telah menerapkan berbagai tindakan pengamanan, termasuk penutupan beberapa area yang berbahaya.
Hal ini dilakukan untuk melindungi pengunjung sekaligus menjaga sumber daya alam yang rentan terhadap kerusakan.
“Ada penutupan yang diberlakukan untuk mencegah orang melakukan hal itu demi keselamatan mereka sendiri dan juga untuk melindungi sumber daya karena sangat rentan,” jelas Veress.
Meskipun penutupan sudah diterapkan, masih ada pengunjung yang nekat mencoba mendekati area-area berbahaya di Yellowstone.
Veress menambahkan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama, mengingat lingkungan sumber air panas di Yellowstone sangat tidak bersahabat bagi manusia.
Kondisi ini jelas mengingatkan pentingnya mematuhi aturan dan petunjuk keselamatan di kawasan tersebut.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
