Connect with us

Berita

Dirut PLN Nangis saat Cerita ke DPR soal Perjuangan Pemulihan Listrik di Sumatra

Dirut PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menangis saat memaparkan perjuangan pemulihan listrik pasca-bencana di wilayah Sumatra.

Logompn

Published

on

Dirut pln nangis saat cerita ke dpr soal pemulihan listrik di sumatra
Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (21/1) | Gambar: YouTube/TVR Parlemen

MPN Indonesia 23 Januari 2026 - Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menangis saat memaparkan perjuangan pemulihan listrik pasca-bencana di wilayah Sumatra.

Momen itu terjadi saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (21/1).

Sebagaimana diketahui, pemadaman terjadi akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pada akhir 2025.

Kendala yang Dihadapi

Darmawan menyampaikan bahwa bencana menyebabkan kerusakan besar pada sistem kelistrikan PLN.

“Dampaknya dalam hal ini, baik itu ke pembangkit kami, baik itu ke tower-tower kami, baik itu ke gardu induk kami, baik itu ke tiang listrik yang di pinggir jalan, baik itu ke instalasi di rumah. Sehingga ini dampaknya sangat masif,” ujarnya.

Meski per 23 Desember 2025 pemulihan telah mencapai 100 persen di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, namun dua desa di Tapanuli Utara kembali padam akibat longsor susulan.

“Saat ini masih terdapat dua desa di Tapanuli Utara yang masih mengalami padam, sehingga yang tadinya telah pulih 100 persen saat ini menjadi 99,97 persen desa sudah berhasil dipulihkan,” kata Darmawan.

Kendati demikian, PLN mengaku mendapatkan dukungan dari masyarakat, TNI, dan Polri untuk mempercepat perbaikan sistem listrik yang rusak.

Sementara itu, kendala utama yang dihadapi adalah medan berat dan logistik.

Pengangkutan material tower terhambat karena kondisi sungai yang meluap dari lebar 80 meter menjadi 800 meter, menyulitkan akses ke lokasi tower yang roboh.

“Kami dikalahkan oleh alam, tidak bisa mengangkut barang-barang ke lokasi tower,” ujar Darmawan.

Baca Juga:  Warga Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir, DPR: Tak Bisa Dibiarkan

Dirut PLN: Kami Merasa Kecil Melawan Kekuatan Alam

Darmawan menyatakan bahwa tim PLN bekerja di luar batas kemampuan dalam menghadapi bencana ini.

Bahkan ia mengatakan untuk pertama kalinya ia dan tim merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa dalam menghadapi bencana.

“Pertama kali kami merasakan bahwa kami adalah manusia yang sangat kecil melawan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan alam. Tim kami memberikan yang terbaik di luar batas kemampuan kemanusiaan,” ujar Darmawan sembari meneteskan air mata.

“Dan kami mengakui bahwa ini adalah perubahan besar bagaimana kami menyikapi keandalan dari sistem kelistrikan,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa sistem kelistrikan di Aceh kali ini mengalami kerusakan yang jauh lebih besar dibandingkan saat tsunami 2004.

“Untuk sistem Aceh ini berbeda, kerusakannya betul-betul dalam skala yang belum pernah kami hadapi sebelumnya,” tuturnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending