Connect with us

Ekonomi

Tabungan Nasabah di Atas Rp5 Miliar Melonjak Tajam, Naik 22,76%

LPS mencatat tabungan di atas Rp5 miliar tumbuh 22,76% yoy hingga Januari 2026, didorong penempatan dana SAL pemerintah.

Logompn

Published

on

Tabungan nasabah di atas rp5 miliar melonjak tajam, naik 22,76%
Ilustrasi rupiah dihitung nasabah. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 27 Januari 2026 - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan lonjakan tajam tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar di sektor perbankan yang tumbuh sebesar 22,76% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga Januari 2026.

Lonjakan ini tercatat sebagai salah satu pertumbuhan tertinggi dan dinilai sejalan dengan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan ke sejumlah bank milik negara (BUMN).

Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba, dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, pada Kamis (22/1) malam.

Purba menjelaskan bahwa pertumbuhan signifikan pada kelompok tabungan besar ini diduga berkaitan dengan penempatan dana SAL oleh pemerintah ke perbankan.

“Di atas Rp5 miliar ini juga tumbuh dan pertumbuhannya cukup tinggi. Itu 22,76% pertumbuhannya. Ini mungkin juga dikontribusi adanya penempatan dana SAL pemerintah itu mungkin persentasenya cukup tinggi jadinya itu,” ujarnya.

Sementara itu, pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta tercatat hanya sebesar 3,43% yoy.

Pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih mencatatkan peningkatan.

“Yang di bawah Rp100 juta ini pertumbuhannya year-on-year itu 3,43%. Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total dia tidak terlalu lebih rendah dibandingkan (tahun sebelumnya), tapi dia tumbuh,” jelas Purba.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Penurunan Jumlah Unbanked

Selain pertumbuhan tabungan, LPS juga mencatat peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) industri perbankan yang tumbuh sebesar 13,83% yoy hingga Desember 2025.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan aktivitas belanja pemerintah dan korporasi.

Di sisi lain, kredit perbankan juga mengalami kenaikan sebesar 9,63% yoy pada periode yang sama.

Di samping itu, LPS menyoroti tren penurunan signifikan jumlah masyarakat Indonesia yang belum memiliki rekening atau tergolong unbanked, khususnya pada kelompok usia produktif 15–69 tahun.

Baca Juga:  Thomas Djiwandono Dipilih DPR jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengungkapkan bahwa jumlah penduduk unbanked turun dari 23,5 juta orang pada 2024 menjadi 18,2 juta di 2024, dan terus berkurang menjadi 15,3 juta orang pada 2025.

“Dalam beberapa tahun terakhir betul memang data unbanked sudah menunjukkan tren penurunan untuk usia 15 sampai 69 tahun, totalnya 23,5 juta dan turun menjadi 15,3 juta di 2025,” ujar Farid.

Meskipun demikian, ia menilai jumlah tersebut masih tinggi dan menekankan perlunya upaya literasi keuangan dan program penjaminan yang berkelanjutan.

“Jumlah ini menurut kami masih cukup besar dan harus terus diturunkan,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending