Connect with us

Viral

Tolak Dibawa ke RS, Remaja Berbobot 100 Kg Pilih Nyemplung ke Sumur hingga Dievakuasi Damkar Berjam-jam

Seorang remaja di Kota Semarang, Jawa Tengah, terjun ke dalam sumur di samping rumahnya usai menolak dibawa berobat ke Puskesmas.

Logompn

Published

on

Tolak dibawa ke rs, remaja berbobot 100 kg pilih nyemplung ke sumur hingga dievakuasi damkar berjam jam
Tolak Dibawa ke RS, Remaja Berbobot 100 Kg Pilih Nyemplung ke Sumur hingga Dievakuasi Damkar Berjam-jam | Gambar: Instagram/@adebhakti

Jawa Tengah, MPN Indonesia 28 Januari 2026 - Seorang remaja bernama Panji (17) di Kota Semarang, Jawa Tengah, terjun ke dalam sumur di samping rumahnya usai menolak dibawa berobat ke Puskesmas.

Proses penyelamatan berlangsung dramatis selama tujuh jam oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.

Peristiwa di daerah ini terjadi di sebuah lokasi dengan sumur sedalam 16 meter, di mana Panji bertahan di kedalaman 6 meter dari bibir sumur.

“Ketinggian air kurang lebih 10 meter dari dasar sumur. Panji menahan bobot tubuhnya mengandalkan dorongan kaki & punggung ke dinding sumur selama 7 jam,” demikian pernyataan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @adebhakti, Rabu (28/1).

Proses Evakuasi

Panji, yang memiliki bobot sekitar 110 kg, menahan tubuhnya di dalam sumur dengan menopang menggunakan kaki dan punggung pada dinding sempit sumur.

Damkar dan keluarga Panji berusaha membujuknya agar mau dievakuasi, namun hingga 5 setengah jam lebih Panji tetap enggan dievakuasi.

Pihak dokter pun telah didatangkan ke lokasi untuk melakukan pembiusan agar Panji bisa dievakuasi. Namun upaya tersebut tak berhasil.

Alhasil, setelah tujuh jam, Damkar Semarang mengambil keputusan untuk mengisi sumur dengan air agar Panji bisa naik ke mulut sumur dengan sendirinya.

“Kami melihat secara mental dek Panji sudah lemah. Kami tes beberapa kali mencoba menarik ke atas pelampung (pelepah pisang), akan tetapi dipegang erat, nggak bisa dilepas dari tangan dek Panji,” kata Ade Bhakti.

“Dari sikap ini kami sadar bahwa dek Panji harus merasa bahwa dia hebat dan dia seolah-olah bisa naik sendiri tanpa bantuan orang lain,” tambahnya.

Baca Juga:  Warga Bangun Masjid Al-Firdaus secara Mandiri, Pemkot Tangsel Berikan Apresiasi

Petugas menghitung volume sumur dari muka air hingga bibir sumur. Dengan mempertimbangkan daya serap tanah, Damkar mengisi sumur dengan 7.000 liter air dari dua unit mobil Damkar.

“Alhamdulillah pelan-pelan dek Panji naik mengikuti permukaan air sumur dan secara naluriah manusia mempertahankan kepala tetap di atas permukaan air,” ucap Ade Bhakti.

Warga sekitar dan tim pemadam kebakaran yang menyaksikan proses penyelamatan turut meneteskan air mata saat menyaksikan perjuangan mengeluarkan Panji dari sumur.

Trauma Berobat

Diketahui, Panji mengalami gangguan jiwa. Ia masuk ke sumur karena menolak dibawa ke Puskesmas untuk menjalani pengobatan.

Menurut penuturan keluarga, Panji memiliki trauma untuk berobat karena pernah dipaksa.

“Trauma, masalahnya dulu itu juga. Bareng-bareng dipaksa (berobat),” kata keluarga Panji.

(AKM/NID/RAD)

Trending