Connect with us

Politik

Purbaya: Anggaran Gentengisasi Tidak Sampai Rp1 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran program gentengisasi yang diusulkan Prabowo tidak mencapai Rp1 triliun.

Logompn

Published

on

Purbaya Anggaran Gentengisasi Tidak Sampai Rp1 Triliun
Purbaya: Anggaran Gentengisasi Tidak Sampai Rp1 Triliun | Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 4 Februari 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran program gentengisasi yang diusulkan Prabowo tidak mencapai Rp1 triliun.

Program gentengisasi sendiri merupakan proyek yang diperkenalkan oleh Prabowo untuk mengganti atap rumah rakyat yang berbahan seng menjadi genteng.

“Gentengisasi itu nggak sampai Rp1 triliun,” kata Purbaya dalam Indonesia Economic Summit, Selasa (3/2).

Sumber Anggaran

Purbaya menyampaikan bahwa pendanaan program gentengisasi tidak harus berasal dari satu pos anggaran tertentu.

Pemerintah membuka opsi penggunaan sebagian anggaran dari program lain yang sudah ada, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada kemungkinan dari situ (MBG), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah, nggak banyak-banyak banget, kalau nggak salah anggarannya,” ungkap Purbaya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tetap mengedepankan perhitungan realistis agar tidak membebani APBN.

Anggaran Masih Bisa Dikendalikan

Purbaya menjelaskan bahwa perhitungan anggaran gentengisasi saat ini masih bersifat awal dan belum final.

Estimasi membengkak yang beredar di publik, menurut dia, muncul karena perhitungan kasar yang menganggap seluruh rumah harus mengganti atap.

Padahal dalam implementasinya, hanya rumah dengan atap seng yang akan menjadi sasaran.

“Yang diganti paling berapa puluh persen, yang pakai seng. Jadi seharusnya angkanya lebih kecil,” ujar Purbaya.

Ia menyampaikan bahwa program gentengisasi mencakup penggantian atap lama yang terbuat dari material seng atau bahan bekas minyak.

“Ini kan masih hitungan kasar sekali. Jadi angkanya bisa dikendalikan,” tegas Purbaya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, sebanyak 57,93 persen atau 40.913.287 rumah tangga di Indonesia telah menggunakan genteng sebagai atap rumah.

Sementara itu, 31,48 persen atau 22.232.058 rumah tangga masih menggunakan seng.

Baca Juga:  Presiden Xi Jinping Mengucapkan Selamat kepada Presiden Prabowo Subianto

Gagasan Prabowo

Gagasan gentengisasi diperkenalkan langsung oleh Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Prabowo menilai penggunaan atap seng masih banyak ditemukan di rumah-rumah di Indonesia dan berdampak pada kondisi hunian.

“Saya lihat, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya, banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, penggunaan genteng berbahan tanah liat dinilai lebih sesuai untuk jangka panjang.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng ya. Jadi ini gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” ujarnya.

Prabowo juga menyebut bahwa peralatan dan pabrik genteng relatif tidak mahal karena bahan bakunya berasal dari tanah dan campuran zat limbah lainnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending