Connect with us

Viral

Viral! Mahasiswi di Sleman Ribut dengan Driver Taksi Online, Ini Duduk Perkaranya

Seorang mahasiswi asal Pekalongan diduga mengalami kekerasan oleh driver taksi online di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Logompn

Published

on

Viral! Mahasiswi Ribut dengan Driver Taksi Online, Diduga karena Masalah Kembalian
Viral! Mahasiswi Ribut dengan Driver Taksi Online | Gambar: X/@neVerAl0nely___

MPN Indonesia 5 Februari 2026 - Seorang mahasiswi asal Pekalongan, Cahaya Fadhilla, diduga mengalami kekerasan oleh driver taksi online di wilayah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Insiden tersebut viral di media sosial setelah video perselisihan keduanya diunggah di akun Instagram @infoupdatejateng.

Lokasi kejadian berada di depan kost korban di Jalan Rusunawa, Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman.

“Seorang mahasiswi asal Pekalongan mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan hingga kekerasan fisik oleh oknum driver,” demikian keterangan unggahan @infoupdatejateng, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (5/2).

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat korban memesan layanan taksi online dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju tempat kos.

Setibanya di lokasi tujuan, Cahaya hendak membayar tunai dengan uang Rp100.000, namun driver mengaku tidak memiliki uang kembalian.

Korban lalu menawarkan pembayaran melalui transfer dan QRIS, namun ditolak oleh pengemudi.

Ketegangan meningkat saat korban mulai merekam kejadian itu dengan ponselnya, yang diduga memicu emosi pengemudi hingga terjadi dugaan kekerasan fisik.

“Hal itu diduga memicu emosi pengemudi hingga melakukan perbuatan tidak menyenangkan,” kata Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun kepada wartawan, Selasa (3/2).

“Korban sempat berteriak meminta pertolongan sehingga warga sekitar berdatangan, sementara pengemudi meninggalkan lokasi kejadian,” tambahnya.

Pengakuan Korban

Berdasarkan penuturan korban kepada wartawan, saat itu ia memesan mobil daring dan merasa komunikasi dengan pengemudi tidak berjalan lancar sejak awal.

Penjemputan dilakukan di depan Hotel Arte dalam kondisi hujan, namun ia mengaku kesulitan menemukan lokasi mobil karena instruksi dari driver dianggap kurang jelas.

Saat mencoba menghubungi pengemudi, ia mengirimkan pesan “lama sekali”, yang diduga menyinggung perasaan pengemudi.

Baca Juga:  Jasad yang Ditemukan di Pulau Enggano Identik dengan Kru ABK yang Bawa Lima Jurnalis

“Pokoknya intinya itu dari misalkan dari chat saya dengan driver itu mungkin kurang sopan, pas saya masuk (mobil) seharusnya ditegur atau mungkin dinasehati atau mungkin dimarahi lah minimal,” ungkap dia, Rabu (4/2).

Setibanya di depan kost, situasi memanas karena persoalan uang kembalian. Setelah menawarkan pembayaran non-tunai yang ditolak, ia merekam insiden sebagai bukti.

Menurut pengakuannya, sang pengemudi kemudian mencoba merebut ponsel korban dan terjadi kontak fisik.

“HP saya mau diambil. Terus bapaknya itu juga melakukan hal yang sama dan menarik kaki juga menarik tangan hingga kerudung saya,” kata dia.

Setelah teriakan minta tolong dari korban, warga sekitar berdatangan. Namun menurut dia, pengemudi memberikan penjelasan kepada warga yang tidak sesuai dengan situasi sebenarnya.

“Penjelasan beliau itu saya nggak mau membayar padahal saya sudah menawarkan pembayaran dalam metode apapun,” ujarnya.

Polisi Selidiki Kasus

Pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan di lokasi, meminta klarifikasi dari pihak korban, serta mengumpulkan keterangan dari saksi di sekitar tempat kejadian.

Selain itu, polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV untuk mendukung proses penyelidikan.

“Polresta Sleman menindaklanjuti adanya postingan viral di media sosial Instagram terkait dugaan perselisihan antara pelanggan aplikasi transportasi online dengan seorang pengemudi, yang terjadi di wilayah Kapanewon Gamping,” ujar Salamun.

(AKM/NID/RAD)

Trending