Connect with us

Politik

Wapres Gibran Tinjau Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tegal

Gibran Rakabuming Raka menegaskan keselamatan warga usai meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Padasari.

Logompn

Published

on

Wapres Gibran Tinjau Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tegal
Wapres Gibran Tinjau Warga Terdampak Tanah Bergerak di Tegal. Gambar: wapresri.go.id

Jawa Tengah, MPN Indonesia 6 Februari 2026 - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (6/2) pukul 09.35 WIB.

Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan bahwa keselamatan jiwa warga menjadi prioritas utama pemerintah dan meminta warga tidak kembali ke rumah karena tanah masih labil dan membahayakan.

Gibran menyampaikan langsung kepada para pengungsi di Posko Majelis Az Zikir Wa Rotibain bahwa kondisi lapangan sangat berisiko.

“Tadi saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan paksakan kembali ke sana,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Wapres pada Jumat (6/2).

Ia juga memberikan jaminan percepatan pengurusan dokumen yang hilang akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga.

“Sertifikat atau akta yang hilang nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak Ibu tidak perlu risau,” tegasnya.

Pemerintah Siapkan Relokasi dan Perlindungan Kelompok Rentan

Wapres Gibran didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dalam peninjauan tersebut.

Ketiganya juga sempat berdialog dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo dan sejumlah tokoh masyarakat.

Mereka meninjau lokasi terdampak dengan sepeda motor karena kondisi jalan rusak dan tanah masih tidak stabil.

Gibran meminta penanganan khusus bagi kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Ia menekankan pentingnya ketersediaan tim medis dan obat-obatan selama 24 jam di lokasi pengungsian.

Baca Juga:  520 Rumah Diterjang Puting Beliung di Padalarang Bandung

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa hingga saat ini tercatat 464 rumah terdampak bencana, 250 di antaranya mengalami kerusakan berat, dan 2.426 jiwa mengungsi di empat posko utama.

Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan lokasi relokasi di lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil.

“Tadi Mas Wapres sudah mengecek lokasi atas sudah tidak aman. Kami sudah siapkan langkah relokasi ke lahan Perhutani di bagian bawah. Kami mohon dukungan izin dan bantuan pembangunan hunian sementara (Huntara) dari pemerintah pusat,” kata Ischak.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam penanganan bencana.

Ia juga memastikan bahwa kebutuhan dasar warga selama mengungsi, termasuk dapur umum dan fasilitas pendidikan darurat, telah disiapkan.

“Hari ini di Tegal, semua harus cukup, mulai dapur, sekolah dan kebutuhan lainnya. Selain aspek kemanusiaan, saya minta percepatan penanganan infrastruktur terdampak melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah daerah,” ujar Luthfi pada rapat koordinasi darurat sebelumnya, Rabu (4/2).

Cerita Pengungsi dan Trauma Anak-Anak

Sejumlah pengungsi membagikan pengalaman saat bencana terjadi. Nur Halimah (35) menceritakan saat rumahnya hancur pada malam hari.

“Jam sembilan malam saya keluar, tembok sudah hancur semua. Tanah sudah merembes ke bawah, diinjak saja sudah tidak bisa,” ujarnya.

Saat ini, ia tinggal di tenda bersama anaknya yang berusia lima tahun dan berharap bisa segera menempati tempat tinggal baru yang aman.

Ahmad Ubaidillah, siswa kelas V SD Padasari 01, mengatakan telah tinggal di pengungsian selama tiga hari.

“Sudah sekitar tiga hari saya tinggal di pengungsian. Rumahnya nggak hancur, cuma miring ke atas,” katanya.

Meskipun selamat, Ahmad mengaku sedih karena harus meninggalkan rumahnya.

Baca Juga:  Viral! Acara Maulid Nabi di Pekalongan Digelar di Samping Rel Kereta Api

Wapres Gibran juga menyempatkan diri menyaksikan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang dilakukan oleh anggota Polwan Polres Tegal, sebagai bagian dari pemulihan psikologis pascabencana.

Kunjungan Gibran diakhiri dengan peninjauan dapur umum dan posko kesehatan yang disiapkan di Majelis Az Zikir Wa Rotibain.

Pemerintah berkomitmen untuk menangani dampak bencana secara menyeluruh dan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

(AKM/NID/RAD)

Trending