Connect with us

Viral

Sambil Naik Perahu, Pengantin di Sumsel Tetap Gelar Pernikahan di Tengah Banjir

Resepsi pernikahan di Desa Pandan, PALI tetap digelar meski banjir setinggi paha. Pengantin naik perahu diiringi musik tanjidor.

Logompn

Published

on

Sambil Naik Perahu, Pengantin di Sumsel Tetap Gelar Pernikahan di Tengah Banjir
Sambil Naik Perahu, Pengantin di Sumsel Tetap Gelar Pernikahan di Tengah Banjir. Gambar: TikTok/@barrainfo23

MPN Indonesia 10 Februari 2026 - Pasangan pengantin Nanda dan Ani tetap melangsungkan resepsi pernikahan di tengah banjir yang melanda Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, pada Minggu, (8/2).

Meski genangan air merendam lokasi acara hingga setinggi lutut hingga paha orang dewasa, seluruh prosesi pernikahan tetap berjalan dengan rangkaian lengkap.

Kedua mempelai menaiki perahu yang dinakhodai oleh seorang kerabat untuk menuju pelaminan yang berada tak jauh dari rumah mereka.

Resepsi pernikahan tersebut juga diiringi oleh musik tradisional tanjidor, yang tetap dimainkan secara langsung oleh para pemain meski harus menerjang banjir.

Kepala Desa Pandan, MG Nisar, menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap menggelar resepsi diambil karena persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum banjir terjadi.

“Ya, kemarin acaranya di desa kami, resepsi pernikahan berlangsung saat banjir,” ujar Nisar dalam keterangannya pada Senin, (9/2).

“Tanjidor ini sudah menjadi budaya lokal di PALI yang biasa mengiringi pengantin menuju pelaminan. Walaupun sedang banjir, tidak menyurutkan pengantin untuk tetap resepsi, dan pemain tanjidor juga tetap menghibur tamu yang datang,” tambahnya.

Prosesi Adat Tetap Berjalan

Acara pernikahan yang viral di media sosial ini menarik perhatian publik karena digelar dalam kondisi yang tidak biasa.

Video yang beredar menunjukkan para tamu undangan tetap hadir dengan berjalan kaki menerjang air untuk menyaksikan pernikahan tersebut.

Musik tanjidor yang dimainkan oleh sekitar enam orang pemain tetap mengiringi pasangan pengantin menuju pelaminan.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat mempelai pria sempat menguras air dari perahu dengan menggunakan gayung.

Para pemain tanjidor berjalan di belakang perahu sambil memainkan alat musik mereka, sementara warga terlihat berkumpul di tangga rumah, menyaksikan prosesi dari kejauhan.

Baca Juga:  Baru Setahun Dibangun, Atap Plafon Puskesmas Perak Jombang Ambruk

Kepala Desa Pandan menyebut, banjir terjadi akibat luapan Sungai Lematang setelah kawasan tersebut diguyur hujan selama beberapa hari.

“Ada beberapa desa yang terdampak, termasuk desa kami yang cukup parah,” kata Nisar.

Meski berlangsung dalam kondisi terbatas, resepsi tetap berjalan dengan suasana khidmat.

Tamu undangan hadir dan menikmati hidangan yang disediakan sambil diiringi musik khas Sumsel tersebut.

“Masih ramai tamunya, cuma memang digelar sederhana,” jelas Nisar.

(AKM/NID/RAD)

Trending