Viral
Haru! Polisi Bantu Mahasiswi Berprestasi yang Terpaksa Mencuri untuk Biaya Hidup
Mahasiswi berprestasi di Surabaya mencuri ponsel demi membayar kos. Kapolrestabes Surabaya beri bantuan biaya hidup.
Jawa Timur, MPN Indonesia 10 Februari 2026 - Seorang mahasiswi berprestasi di Surabaya, Jawa Timur, mencuri ponsel milik orang lain demi membayar biaya kos.
Kejadian tersebut viral setelah video pertemuan antara mahasiswi dan ibunya, korban, serta Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, diunggah melalui akun Instagram @luthfie.daily pada Kamis, (5/2).
Mahasiswi tersebut mengaku mencuri karena tidak memiliki uang sama sekali. Ia menyatakan bahwa aksi itu dilakukan karena terdesak kebutuhan hidup.
“Terpaksa apa gimana kok sampai (mencuri)?” tanya Luthfie, dikutip MPN Indonesia pada Selasa, (10/2).
“Nggak ada uang,” jawab Mahasiswi tersebut.
Tindakan pencurian ini kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.
“Mbak mau pinginnya gimana?,” tanya Luthfie kepada korban.
“Iya (diselesaikan secara) kekeluargaan, Pak,” jawab korban, dan mahasiswi tersebut langsung memohon maaf sambil menangis.
Kondisi Ekonomi dan Latar Belakang Pelaku
Mahasiswi ini mengaku hanya memiliki uang Rp200 ribu per bulan untuk bertahan hidup.
Dalam percakapan dengan Kapolrestabes, ia menjelaskan bahwa untuk makan sehari-hari, ia hanya mengandalkan nasi, telur dadar, dan mi.
“Masak nasi, telur dadar sama mi,” jawab mahasiswi tersebut.
Orang tua mahasiswi diketahui berada dalam kondisi ekonomi terbatas. Sang ibu merupakan ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya bekerja sebagai buruh tani.
Ketika ditanya tentang latar belakang akademiknya, mahasiswi itu menyampaikan bahwa ia memiliki IPK 3,85.
“Nilai IPK 3.85 itu anak luar biasa,” jelas Kombes Pol Luthfie.
Polisi Bantu Biayai Kos
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, memilih untuk tidak membawa perkara ini ke jalur hukum dan justru memberikan bantuan langsung.
Dalam video yang diunggah di Instagram, Luthfie menyampaikan niatnya membantu biaya kos mahasiswi tersebut.
“Berjanji tidak lagi mengulangi hal itu. Nanti saya bantu biaya kosan dan lain-lain ya,” ujarnya.
“Makasih, Pak,” ucap mahasiswi tersebut.
“Yang penting rajin belajar,” tambah Luthfie.
Pendekatan hukum dan kriminal yang dilakukan ini bersifat restoratif, menitikberatkan pada penyelesaian damai dan bantuan sosial.
Mahasiswi itu juga diingatkan agar tidak mengulangi kesalahan dan fokus menyelesaikan pendidikan demi membantu keluarganya.
“Cepet bisa dapat pekerjaan. Bantu orang tua sama adiknya, ya,” kata Luthfie.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
