Berita
Mulai Tahun Depan, Kabel Udara di Kota-Kota Besar Indonesia bakal Dipindahkan ke Tanah
Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) akan mulai melakukan penataan kabel udara di kota-kota besar Indonesia.
MPN Indonesia 26 Oktober 2024 - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) akan mulai melakukan penataan kabel udara di kota-kota besar Indonesia.
Kabel-kabel tersebut akan dipindahkan ke bawah tanah sebagai bagian dari upaya penataan jaringan telekomunikasi nasional.
Langkah ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah kabel semrawut yang telah menjadi permasalahan serius di berbagai wilayah perkotaan.
Dimulai pada Kuartal Kedua 2025
Proses penataan kabel udara ini dijadwalkan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2025.
Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Siregar, yang baru terpilih untuk periode 2024-2027, menyatakan bahwa proyek ini merupakan salah satu program strategis asosiasi.
Penataan kabel optik akan difokuskan di kota-kota besar seperti Jabodetabek, yang sering menghadapi masalah jaringan kabel yang tidak teratur.
“Iya, Apjatel tahun depan salah satu program strategisnya adalah penataan jaringan utilitas fiber optik secara nasional. Saat ini masih berproses bersama konsultan dan tim internal Apjatel, misalnya relokasi yang kita lakukan di Jabodetabek dengan kabel tanam,” ujar Jerry.
Angin Segar bagi Pengguna Jalan
Pemindahan kabel udara ke dalam tanah ini diharapkan memberikan dampak positif, khususnya bagi pejalan kaki dan masyarakat yang sering terganggu oleh kabel-kabel semrawut di jalanan.
Dengan kabel optik yang ditanam, aktivitas warga seperti berjalan kaki atau berolahraga tidak lagi terganggu.
Selain itu, proyek ini juga dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga estetika dan keamanan lingkungan perkotaan. Kabel-kabel yang semrawut juga sering menjadi sumber kecelakaan.
Konsep Tiang Bersama untuk Daerah Lain
Selain relokasi kabel udara ke bawah tanah di kota-kota besar, Apjatel juga akan mengimplementasikan konsep tiang bersama di beberapa daerah.
Konsep ini bertujuan untuk menyederhanakan jaringan kabel dengan menggunakan satu tiang yang dapat menampung beberapa kabel sekaligus.
Dengan demikian, penggunaan tiang yang berlebihan dapat dikurangi, serta menghindari kekacauan di jalan.
“Di beberapa daerah nanti akan kita sambungkan dengan tiang bersama. Jadi daripada 12 tiang dengan kabel yang semrawut, sampai ada cerita orang celaka, bahkan sampai meninggal,” ungkap Jerry.
Berharap Dapat Anggaran dari Negara
Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program ini adalah biaya yang cukup besar untuk relokasi kabel optik.
Jerry mengakui bahwa penataan jaringan utilitas ini membutuhkan dukungan finansial yang signifikan.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat berpartisipasi dalam mendukung proyek ini, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau menata jaringan ini butuh biaya besar. Nah, kita berharap negara juga campur tangan, baik melalui APBN maupun APBD, apalagi sekarang ada menteri khusus infrastruktur,” jelas Jerry.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
