Connect with us

Otomotif

Mengapa Lampu Indikator Engine Menyala? Ini Penjelasannya

Lampu check engine mobil menyala? Ini panduan lengkap penyebab, tanda, dan langkah untuk mengatasi kerusakan sistem mesin.

Logompn

Published

on

Mengapa Lampu Indikator Engine Menyala Ini Penjelasannya
Mengapa Lampu Indikator Engine Menyala Ini Penjelasannya. Gambar: Forceum

MPN Indonesia 15 Februari 2026 - Lampu indikator engine yang menyala pada dasbor mobil menunjukkan adanya gangguan pada sistem mesin atau emisi kendaraan.

Kejadian ini bisa dialami oleh siapa saja yang menggunakan mobil, di mana saja, dan kapan saja, terutama ketika sistem mendeteksi ketidakwajaran fungsi komponen penting.

Jika lampu indikator engine menyala secara terus-menerus, jangan paksakan mobil untuk tetap berjalan.

Kondisi lampu indikator engine yang terus menyala tidak boleh diabaikan, karena dapat mengindikasikan adanya potensi kerusakan serius pada mobil.

Jika dibiarkan, masalah ini dapat berdampak pada performa kendaraan, efisiensi bahan bakar, bahkan keselamatan pengemudi.

Beberapa penyebab umum dari kondisi ini antara lain kerusakan pada catalytic converter, sensor oksigen, koil pengapian, kabel busi, filter udara, hingga kerusakan aki mobil.

Setiap komponen tersebut memiliki peran penting dalam sistem pengapian dan pembuangan kendaraan, dan gangguan pada salah satunya dapat menyebabkan lampu indikator engine menyala.

Penyebab Umum Lampu Indikator Engine Menyala

Lampu indikator engine dapat menyala karena berbagai faktor teknis yang berkaitan dengan komponen internal mobil, seperti:

1. Catalytic Converter Rusak

Dikutip MPN Indonesia dari laman Suzuki, komponen ini berfungsi menyaring emisi gas buang berbahaya.

Letaknya berada di sistem knalpot, dekat dengan mesin agar dapat bekerja secara optimal pada suhu tinggi.

Baca Juga:  Ini Dia 10 Mobil Matic Terbaru di Bawah Rp200 Jutaan!

Kerusakan catalytic converter tidak hanya memicu lampu indikator engine menyala, tetapi juga menyebabkan pemborosan bahan bakar dan menurunnya tenaga mesin, meskipun pedal gas sudah diinjak dalam.

2. Sensor Oksigen Rusak

Sensor ini mengukur kadar oksigen dalam sistem pembuangan dan memberikan data ke komputer mobil untuk mengatur jumlah bahan bakar yang disuntikkan.

Jika sensor bermasalah, perhitungan bahan bakar menjadi tidak akurat, sehingga menyebabkan lampu indikator engine menyala.

3. Sistem Kabel dan Busi Bermasalah

Kabel berfungsi menghantarkan listrik ke berbagai komponen, termasuk sistem pengapian. Busi sendiri menghasilkan percikan api agar campuran udara dan bahan bakar dapat terbakar dengan baik.

Jika kabel terputus atau busi rusak, maka pengapian terganggu dan lampu indikator engine menyala.

4. Aki Mobil Rusak

Aki yang rusak dapat menyebabkan ketidakstabilan daya listrik sehingga mesin sulit dihidupkan dan beberapa fitur kendaraan tidak berfungsi optimal.

Salah satu tanda dari kondisi ini adalah nyalanya lampu indikator engine.

5. Tutup Bahan Bakar Tidak Rapat

Jika tutup tangki bahan bakar tidak terpasang dengan benar, dapat menyebabkan kebocoran vakum.

Hal ini juga menjadi salah satu penyebab lampu indikator engine menyala karena sistem menganggap ada gangguan pada sistem emisi bahan bakar.

6. Filter Udara Kotor

Filter ini mencegah kotoran masuk ke ruang bakar. Jika kotor atau tidak diperiksa secara berkala, suplai udara terganggu, memengaruhi rasio udara-bahan bakar, dan menyebabkan lampu indikator engine menyala selama proses pemeriksaan berlangsung.

7. Sensor Aliran Udara Massal Bermasalah

Sensor ini mengatur jumlah udara yang masuk ke mesin. Kerusakan pada sensor ini membuat mesin menerima data yang tidak akurat, memicu peringatan pada sistem mesin.

Baca Juga:  Sering Gonta-ganti BBM? Ini 4 Risiko yang Bikin Mesin Cepat Overheat

8. Koil Pengapian Rusak

Koil menghasilkan percikan untuk menyalakan bahan bakar di mesin.

Jika rusak, dapat menyebabkan misfire dan kesulitan menyalakan mobil, serta memicu indikator mesin menyala.

Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Lampu Menyala

Saat lampu indikator engine menyala, pemilik mobil disarankan untuk segera melakukan langkah-langkah berikut demi keamanan dan mencegah kerusakan lebih lanjut:

1. Pinggirkan Mobil

Cari tempat aman seperti rest area atau bahu jalan tol, nyalakan lampu hazard, dan pasang segitiga pengaman sejauh 50 meter di belakang mobil.

2. Matikan Mesin

Setelah mobil berhenti di tempat aman, segera matikan mesin dan minta penumpang keluar dari kendaraan.

3. Periksa Komponen Mobil

Cek kondisi tutup bahan bakar, kabel, busi, filter udara, dan aki. Pastikan juga tidak ada bagian mesin yang panas sebelum melakukan pemeriksaan.

4. Panggil Mekanik Profesional

Jika permasalahan belum teratasi, hubungi bengkel resmi atau layanan derek.

Kendaraan harus segera diperiksa oleh mekanik yang profesional sesegera mungkin untuk mendiagnosis dan memperbaiki masalah lebih cepat dan tepat.

Selalu perhatikan tanda-tanda pada dasbor dan segera tangani ketika lampu indikator engine menyala.

(AKM/NID/RAD)

Trending