Connect with us

Berita

Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Puluhan Desa di Grobogan Terdampak Banjir

Tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, jebol pada Senin (16/2) sekitar pukul 02.00 WIB, mengakibatkan banjir.

Logompn

Published

on

Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Puluhan Desa di Grobogan Terdampak Banjir
Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Puluhan Desa di Grobogan Terdampak Banjir | Gambar: TikTok/@indozone.id

Jawa Tengah, MPN Indonesia 18 Februari 2026 - Tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, jebol pada Senin (16/2) sekitar pukul 02.00 WIB, mengakibatkan banjir yang melanda puluhan desa.

Kejadian ini terjadi di dua titik, yakni Desa Tinanding, Kecamatan Godong, dan Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA IV BBWS Pemali-Juana, Heri Santoso, tanggul yang jebol di kedua lokasi tersebut masing-masing sepanjang 25 meter.

“Yang jebol ada dua titik, di (Desa) Tinanding dan Pilangwetan. Panjangnya masing-masing 25 meter,” ujar Heri kepada wartawan, Selasa (17/2).

Jalan Semarang-Purwodadi Lumpuh

Banjir yang disebabkan oleh tanggul jebol ini juga membuat Jalan Raya Semarang–Purwodadi lumpuh.

“Jalan lintas provinsi itu betonnya juga terangkat, terkelupas. Ada beberapa segmen tadi,” lanjut Heri.

Kondisi ini memaksa pengalihan arus lalu lintas karena jalan Gubug menuju Purwodadi tidak dapat dilalui kendaraan.

Total Ada Tujuh Tanggul Jebol

Kabid Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah, Muhamad Chomsul, mengatakan bahwa selama tahun ini, bukan hanya tanggul tuntang yang jebol.

Menurut keterangan Chomsul, ada enam tanggul lain yang juga jebol selama 15-16 Februari 2026.

“Dua hari, 15–16 (Februari). Memang tidak sekaligus dari tujuh tanggul yang jebol,” ungkap Chomsul.

42 Desa Terdampak

Jebolnya tanggul berdampak pada 42 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Grobogan.

Total sebanyak 9.000 kepala keluarga terdampak, dengan dua rumah mengalami kerusakan berat dan sekitar 1.850 hektare lahan pertanian terendam air.

Banjir juga sempat merendam perlintasan rel kereta api di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug.

“Sekarang (warga) sudah kembali. Tidak ada pengungsian, tapi logistik tetap dipenuhi pemerintah door to door,” kata Chomsul.

Baca Juga:  Internet di Aceh Sudah Pulih 73 Persen, Listrik Masih Jadi Masalah

Penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan sandbag, pancang bambu, glugu, dan jumbo bag berbahan geotekstil berisi tanah.

(AKM/NID/RAD)

Trending