Olahraga
UEFA akan Selidiki Kasus Rasisme antara Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni dalam Pertandingan Liga Champions
UEFA menyelidiki dugaan rasisme pemain Benfica terhadap Vinicius Junior dalam laga Liga Champions. Prestianni terancam skors 10 pertandingan.
MPN Indonesia 21 Februari 2026 - UEFA secara resmi membuka penyelidikan terhadap dugaan tindakan rasisme yang dilakukan oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan leg pertama babak play-off knockout Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid yang digelar di Estadio da Luz, Lisbon, pada Selasa malam (17/2).
Dugaan tersebut muncul usai Vinicius mencetak gol kemenangan Madrid pada menit ke-50 dan langsung menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasial, yang menyebabkan pertandingan dihentikan selama sekitar 10 menit.
“Seorang Inspektur Etika dan Disiplin UEFA telah ditunjuk untuk menyelidiki tuduhan perilaku diskriminatif selama babak play-off sistem gugur Liga Champions UEFA 2025/2026 antara Club Benfica dan Real Madrid CF pada 17 Februari 2026,” tulis pernyataan resmi UEFA dikutip MPN Indonesia melalui Fox Sports pada Sabtu, (21/2).
Protokol antirasisme UEFA segera diaktifkan oleh wasit François Letexier setelah Vinicius berlari ke arahnya dan menunjuk langsung ke Prestianni, yang diduga mengucapkan hinaan sambil menutup mulut dengan bajunya.
Vinicius menyatakan secara terbuka bahwa ia menjadi korban ujaran rasis.
“Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut dan perlu menutup mulut mereka dengan baju untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” tulisnya di Instagram @vinijr.
“Selain itu, mereka dilindungi oleh orang-orang yang seharusnya menghukum mereka. Tidak ada yang baru dalam hidup saya atau keluarga saya setelah kejadian hari ini. Saya menerima kartu kuning karena merayakan gol, tanpa mengerti alasannya. Protokol hampir tidak dijalankan dan tidak berguna. Saya tidak suka terlibat dalam situasi seperti ini, terutama setelah kemenangan besar, tetapi ini perlu,” lanjutnya.
Situasi di Lapangan dan Aktivasi Protokol UEFA
Pertandingan berjalan normal sebelum menjadi tegang setelah Vinicius mencetak gol tunggal dengan tendangan melengkung.
Selebrasi berlebihan membuat ia menerima kartu kuning.
Beberapa saat kemudian, terjadi konfrontasi antara Vinicius dan Prestianni, yang menurut beberapa pemain Madrid disertai hinaan rasis.
Letexier segera menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol resmi antirasisme UEFA.
Vinicius duduk di bangku cadangan berbicara dengan pelatih Álvaro Arbeloa dan manajer Benfica, José Mourinho. Pertandingan dilanjutkan sekitar 10 menit kemudian.
Kylian Mbappé menyatakan bahwa dirinya mendengar langsung ujaran rasis tersebut.
“Ada pemain Benfica nomor 25, saya tidak ingin menyebut namanya karena dia tidak pantas disebut, yang mulai berbicara kasar lalu dia menarik bajunya ke sini (mulut) untuk mengatakan bahwa Vini adalah monyet sebanyak lima kali. Saya mendengarnya. Ada pemain Benfica yang juga mendengarnya,” kata Mbappé.
Ia menambahkan bahwa Prestianni tidak pantas bermain di kompetisi ini.
Dukungan terhadap Vinicius juga datang dari pemain lain.
Aurélien Tchouaméni mengatakan Vinicius sudah menginformasikan kepada tim bahwa Prestianni menyebutnya “monyet”.
“Jika Anda menutup mulut saat mengatakan sesuatu, itu berarti apa yang Anda katakan tidak benar.” ujar Federico Valverde
Sementara itu, bek kanan Trent Alexander-Arnold menyebut insiden itu sebagai “aib bagi sepak bola”.
Bantahan Prestianni dan Pernyataan Resmi Klub
Gianluca Prestianni yang berusia 19 tahun membantah tuduhan tersebut melalui unggahan di Instagram.
“Saya sama sekali tidak melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Jr., yang sayangnya salah paham dengan apa yang ia dengar. Saya tidak pernah bersikap rasis terhadap siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid,” tulisnya melalui Instagram @gianlucaa_11.
Gelandang Benfica, Leandro Barreiro, mengatakan bahwa Prestianni mengakui telah memprovokasi Vinicius, namun membantah penggunaan kata-kata rasis.
“Saya bertanya kepadanya dan dia mengatakan itu adalah provokasi biasa antara pemain selama pertandingan,” ujar Barreiro.
“Dia mengatakan itu bukan hal yang rasis,” sambungnya.
Pihak Benfica juga mengunggah video di media sosial pada Rabu dini hari yang berusaha menunjukkan bahwa jarak antar pemain membuat ucapan Prestianni tidak mungkin terdengar oleh pemain Madrid.
Namun, unggahan itu menuai kritik dari warganet.
Investigasi UEFA
UEFA saat ini sedang menganalisis laporan pertandingan resmi.
“Ketika insiden dilaporkan, prosedur dimulai, dan jika sanksi disiplin dijatuhkan, hal itu diumumkan di situs web UEFA,” tulis UEFA.
Jika terbukti bersalah, Prestianni bisa menerima skorsing minimal 10 pertandingan berdasarkan Pasal 14 UEFA tentang rasisme.
Klub Benfica juga berisiko dikenakan sanksi karena laporan adanya benda-benda yang dilemparkan dari tribun, salah satunya mengenai Vinicius.
Sementara itu, pertandingan juga diwarnai dengan kartu merah kepada anggota staf Benfica dan pengusiran langsung terhadap manajer José Mourinho karena protes kepada wasit.
Mourinho juga sempat menyampaikan pernyataan yang memicu kontroversi.
“Saat mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat… Mereka memberi tahu saya berbagai hal. Tapi saya tidak percaya pada satu hal atau yang lain. Saya ingin mandiri,” kata Mourinho.
UEFA menegaskan bahwa seluruh keputusan resmi akan menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Leg kedua akan digelar di Santiago Bernabeu dengan Real Madrid memegang keunggulan tipis 1-0.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
