Berita
Anggota TNI AU, Serda Ahmad Tewas Diduga Dianiaya Senior karena Salah Beli Makanan
TNI AU menyelidiki dugaan penganiayaan yang menewaskan Serda Ahmad Muzammil Farisa. Pomau memeriksa sejumlah personel dan mengumpulkan bukti.
MPN Indonesia 12 September 2026 - TNI AU menyelidiki dugaan penganiayaan yang menewaskan Serda Ahmad Muzammil Farisa di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/9).
Dugaan kasus kriminal itu mencuat setelah keluarga menerima informasi, korban diduga dianiaya empat senior karena salah membeli makanan.
“Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau), saat ini tengah melakukan penyelidikan,” tulis TNI AU dalam keterangan resmi.
Dugaan Penganiayaan akibat Salah Membelikan Mi
Ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo, mengungkap dugaan penganiayaan bermula ketika putranya diminta membeli makanan oleh senior di asrama.
“Dari informasi yang saya dapat, anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah, namun diberikan mi goreng,” tutur Toni, dikutip MPN Indonesia dari DetikJatim pada Sabtu (12/9).
Menurut Toni, insiden pertama diduga terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 23.00 WIB.
Dugaan penganiayaan kemudian disebut kembali terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
“Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan. Yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini harinya pukul 03.00 WIB,” terangnya.
Informasi yang Diberikan kepada Keluarga Diduga Keliru
Pada awalnya, keluarga diberi informasi bahwa Serda Ahmad meninggal karena kecelakaan.
Namun, keterangan tersebut berubah setelah rekan korban lainnya menghubungi keluarga.
“Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior,” tandas Toni.
Informasi yang beredar mengenai dugaan pelaku menyebut empat senior yang diduga terlibat, yait Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH.
TNI AU Lakukan Penyelidikan
Menanggapi peristiwa tersebut, TNI AU menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum melalui akun Instagram resminya.
“TNI AU turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Serda AMF. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Selain meminta keterangan dari sejumlah pihak, penyidik juga mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa itu.
“Pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung,” tulis TNI AU.
Sementara proses penyelidikan berjalan, jenazah Serda Ahmad telah dibawa ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, pada Jumat dini hari.
Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman dekat rumah duka tanpa upacara militer.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
