Berita
Apa Dampak Jangka Pendek dan Panjang dari Penyempitan Sungai?
Penyempitan Kali Cikumpa akibat proyek turap picu risiko banjir dan rusaknya ekosistem, WALHI minta pembangunan tak abaikan daya dukung lingkungan.
MPN Indonesia 5 Mei 2025 - Penyempitan badan sungai akibat pembangunan, seperti yang terjadi pada proyek turap di Kali Cikumpa, Depok, menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Pembangunan ini menyebabkan gangguan ekosistem, peningkatan risiko banjir, serta penurunan kemampuan sungai dalam menetralkan pencemaran.
WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) menyatakan bahwa penyempitan sungai secara langsung memengaruhi kemampuan alaminya dalam mengelola air.
Dalam kasus Kali Cikumpa, penyempitan sungai tidak hanya meningkatkan risiko banjir di area pembangunan, tetapi juga di wilayah hulu akibat aliran air yang terhambat.
Dampak ini tidak bersifat lokal semata, melainkan dapat menjalar ke daerah lain yang masih terhubung dalam sistem aliran sungai tersebut.
Gangguan Ekosistem dalam Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, penyempitan badan sungai mengganggu ekosistem akuatik di dalamnya.
Banyak spesies yang menggantungkan hidup pada sungai sebagai habitat kehilangan tempat tinggal.
Penurunan kualitas air menjadi konsekuensi langsung dari aktivitas pembangunan ini, seiring berkurangnya kemampuan alami sungai untuk menetralkan zat pencemar.
“Ekosistem sungai menjadi sangat rentan, dengan berkurangnya kualitas air dan berkurangnya kemampuan sungai untuk menetralkan pencemaran,” ujar Manajer Kampanye Tata Ruang dan Infrastruktur WALHI Nasional, Dwi Sawung kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat, pada Jumat (2/5).
Hal ini menunjukkan bahwa sungai tidak lagi mampu menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal begitu struktur alaminya berubah.
Kerusakan Fungsi Alami Sungai dalam Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, dampak yang ditimbulkan semakin kompleks. Sungai yang mengalami penyempitan kehilangan banyak fungsi utamanya.
Salah satu fungsi penting yang terdampak adalah kemampuan sungai dalam menahan dan menyerap volume air hujan.
Akibatnya, potensi banjir meningkat karena air yang tidak tertampung melimpah ke daerah sekitarnya.
“Sungai yang mengalami penyempitan kehilangan banyak fungsi utamanya, termasuk kemampuan untuk menahan volume air dalam jumlah besar. Dalam jangka panjang, sungai akan kehilangan kemampuannya untuk menyerap air hujan dengan baik, yang berujung pada meningkatnya risiko banjir,” jelas Dwi Sawung.
Penyempitan juga memperburuk tingkat pencemaran karena air yang mengalir dalam volume lebih kecil tidak lagi memiliki daya dukung untuk memperbaiki kualitas dirinya secara alami.
Hal ini menyebabkan degradasi kualitas lingkungan di sekitarnya secara perlahan namun pasti.
Pengaruh Perubahan Sempadan terhadap Risiko Lingkungan
Perubahan sempadan sungai akibat pembangunan turut memperbesar risiko lingkungan.
Dwi Sawung menjelaskan bahwa saat sempadan menyempit, kapasitas sungai dalam menampung air berkurang signifikan, yang menyebabkan peningkatan muka air serta banjir di wilayah yang sebelumnya tidak terdampak.
Dalam konteks pencemaran, kapasitas sungai untuk menetralkan zat berbahaya juga semakin terbatas.
Ini memperburuk kondisi lingkungan sekitar sungai, karena air tercemar lebih mudah menyebar ke wilayah permukiman atau pertanian.
Rekomendasi untuk Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Menanggapi persoalan ini, Dwi Sawung merekomendasikan kepada pemerintah dan pengembang perumahan agar memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan dalam setiap proyek pembangunan.
Dwi Sawung menekankan pentingnya tidak membangun melebihi kapasitas ekosistem yang tersedia guna mencegah kerusakan lanjutan.
“Kami selalu menyarankan mengikuti daya tampung dan daya dukung lingkungan, tidak membangun melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan,” tutup Dwi Sawung.
Isu lingkungan seperti penyempitan badan sungai menyoroti pentingnya perencanaan yang mempertimbangkan aspek ekologis.
Kasus seperti di Kali Cikumpa menunjukkan bahwa dampak negatif dari pembangunan yang tidak ramah lingkungan dapat terjadi secara menyeluruh, baik terhadap sungai sebagai entitas ekologis maupun terhadap masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
