Connect with us

Berita

Bahlil Minta Maaf soal Perbaikan Listrik di Aceh yang Masih Molor

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh karena pemulihan sistem kelistrikan pascabencana banjir dan longsor belum pulih sepenuhnya.

Logompn

Published

on

Bahlil minta maaf soal perbaikan listrik di aceh yang masih molor
Bahlil Minta Maaf soal Perbaikan Listrik di Aceh yang Masih Molor | Gambar: Instagram/@bahlillahadalia

Aceh, MPN Indonesia 10 Desember 2025 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh karena pemulihan sistem kelistrikan pascabencana banjir dan longsor belum pulih sepenuhnya.

Dalam rapat koordinasi daring bersama PT PLN (Persero), Bahlil menyebut masih banyak kekurangan dalam proses pemulihan akibat berbagai hambatan teknis di lapangan.

“Karena itu, sebagai pemerintah juga ikut prihatin yang sedalam-dalamnya, dan kalau ada yang memang belum maksimal kami memberikan pelayanan, kami memohon maaf,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/12).

Pihak PLN Turut Minta Maaf

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo juga turut meminta maaf atas pemulihan sistem kelistrikan yang semula ditargetkan mencapai 93% pada akhir pekan sebelumnya belum tercapai.

Ia menyebut PLN menghadapi kerusakan parah pada jaringan transmisi dan kondisi akses yang terputus akibat banjir bandang dan longsor, yang berdampak langsung pada keterlambatan penyaluran listrik ke sejumlah wilayah terdampak.

Kerusakan paling parah terjadi pada jalur transmisi Bireuen–Arun, di mana enam tower roboh diterjang banjir dan terbawa arus sungai yang meluas hingga ratusan meter.

Akibatnya, pasokan listrik dari pembangkit PLN di Arun ke Banda Aceh terganggu hingga memicu pemadaman bergilir di ibu kota provinsi tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghapus ketidaknyamanan ini. Sekali lagi saya mohon maaf dan memastikan bahwa kami tim terus bekerja penuh untuk bagaimana memulihkan sistem listrik yang di Aceh,” katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Baca Juga:  Pusat Data AI Jatiluhur Bisa Butuh 33 Juta Liter Air per Hari

Kendala Pemulihan Listrik di Aceh

Darmawan juga menyampaikan bahwa upaya perbaikan dilakukan di tengah medan yang sulit, termasuk pengangkutan material tower seberat 35 ton menggunakan helikopter karena akses darat tidak bisa ditembus.

“Material untuk perbaikan tower seberat 35 ton terpaksa diangkut menggunakan heli, satu persatu, satu persatu,” ujar Darmawan.

Meskipun pemulihan belum selesai sepenuhnya, PLN berhasil menyalakan kembali sebagian sistem kelistrikan di empat kabupaten terdampak, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.

Namun, Darmawan menyebut masih terdapat sejumlah desa dan jaringan tegangan rendah di daerah-daerah tersebut yang belum terjangkau aliran listrik karena wilayahnya masih terisolasi.

Sementara itu di wilayah lain, lima tower pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan juga mengalami roboh, sehingga sistem kelistrikan Aceh terputus dari Sistem Besar Sumatera.

Perbaikan lima tower tersebut ditargetkan selesai dalam waktu maksimal sepuluh hari untuk memulihkan koneksi sistem Aceh dengan jalur backbone Sumatera.

Di sisi lain, PLN juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, serta Kementerian PUPR untuk membuka akses wilayah yang masih terisolasi dan mempercepat proses pemulihan.

“Kami terus berkomitmen mengerahkan seluruh pasukan kekuatan kami agar sistem kelistrikan Aceh bisa pulih kembali,” pungkas Darmawan.

(AKM/NID/RAD)

Trending