Connect with us

Politik

Pusat Data AI Jatiluhur Bisa Butuh 33 Juta Liter Air per Hari

Dedi Mulyadi menjelaskan pusat data AI Jatiluhur bisa membutuhkan air hingga 384 liter per detik. Pasokan air akan diperoleh melalui PDAM.

Logompn

Published

on

Dedi Mulyadi Ungkap Mekanisme Penyaluran Air Pusat Data AI di Jatiluhur
Dedi Mulyadi Ungkap Mekanisme Penyaluran Air Pusat Data AI di Jatiluhur. Gambar: YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel

MPN Indonesia 30 September 2026 - Pusat data AI di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, diperkirakan bisa membutuhkan air hingga sekitar 33 juta liter per hari ketika beroperasi dengan kapasitas penuh.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kebutuhan air tersebut harus dihitung secara matang karena sistem Jatiluhur juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.

Menurut Dedi, pengelola pusat data AI tidak akan mengambil air langsung dari Waduk Jatiluhur.

Air akan disalurkan lebih dahulu melalui PDAM sebelum dibeli oleh pengelola sebagai konsumen komersial.

“Maksudnya ngambil airnya dari Jatiluhur, masuknya ke PDAM, beli airnya dari PDAM,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Rabu (30/9).

Dedi menjelaskan mekanisme tersebut berbeda dengan pengambilan air langsung dari waduk atau sungai.

Pengelola pusat data akan mendapatkan pasokan melalui jaringan PDAM sesuai kebutuhan operasionalnya.

Kebutuhan Air Bisa Capai 33 Juta Liter per Hari

Kebutuhan air menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan pusat data berbasis artificial intelligence tersebut.

Berdasarkan penjelasan yang diterima Dedi, kebutuhan air maksimal pusat data dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 0,4 meter kubik per detik.

Jika digunakan secara penuh selama sehari, jumlah tersebut setara dengan sekitar 33 ribu meter kubik atau 33 juta liter air.

Namun, kebutuhan air sebesar itu tidak langsung terjadi ketika pusat data mulai beroperasi.

Pada tahap awal, penggunaan air diperkirakan sekitar 6.000 meter kubik atau 6 juta liter per hari.

Baca Juga:  Mulai 2025, Pemerintah Akan Terapkan Skema Baru untuk Kendaraan Bermotor, Ada 2 Pajak yang Wajib Dibayar

Jumlah tersebut kemudian dapat meningkat seiring bertambahnya kapasitas dan pengembangan fasilitas pusat data.

Karena itu, Dedi meminta kebutuhan air dihitung sejak awal agar penggunaan air tidak mengganggu kebutuhan sektor lain.

Ia juga menekankan agar pembahasan mengenai kebutuhan air dilakukan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

Air Pusat Data Disalurkan melalui PDAM

Dedi memastikan air yang digunakan pusat data tetap berasal dari sistem Jatiluhur.

Namun, pengelola tidak mengambilnya langsung dari Waduk Jatiluhur yang dikelola Perum Jasa Tirta II.

Air akan masuk lebih dahulu ke sistem PDAM sebelum disalurkan kepada pengelola pusat data.

Dengan mekanisme tersebut, pengelola pusat data berstatus sebagai konsumen komersial yang membeli air dari PDAM.

Skema tersebut menjadi penting karena air dari sistem Jatiluhur juga digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan lainnya.

Selain kebutuhan masyarakat, air Jatiluhur digunakan untuk sektor pertanian dan dialirkan ke sejumlah wilayah.

Dedi meminta seluruh kebutuhan tersebut diperhitungkan agar penggunaan air untuk pusat data tidak mengganggu alokasi yang sudah ada.

Investasi Pusat Data Capai Rp3,5 Triliun

Pembangunan pusat data AI di Jatiluhur memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun.

Dedi Mulyadi sebelumnya meresmikan proyek tersebut pada Selasa (22/9).

Pusat data tersebut dikembangkan secara bertahap dengan kapasitas yang akan terus meningkat.

Seiring bertambahnya kapasitas, kebutuhan air untuk operasional fasilitas juga diperkirakan ikut meningkat.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian DPRD Jawa Barat, terutama terkait sumber pasokan dan besarnya air yang akan digunakan.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya memastikan kebutuhan air pusat data tetap seimbang dengan kebutuhan masyarakat, pertanian, dan wilayah lain yang bergantung pada sistem Jatiluhur.

Dalam kebijakan pemerintah terkait pemanfaatan air, Dedi meminta setiap proyek memiliki perhitungan yang jelas mengenai sumber dan volume air yang digunakan.

Baca Juga:  Pramono Berencana Jadikan Jalan Rasuna Said sebagai Lokasi Baru CFD

Untuk pusat data AI Jatiluhur, pasokan air direncanakan melalui PDAM dengan pengelola bertindak sebagai konsumen komersial.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending