Connect with us

Berita

Belasan Santri Laki-Laki Dicabuli Pimpinan Ponpes di Ponorogo, Modusnya Sekolah Gratis

Seorang kiai di Ponorogo diduga melakukan pencabulan terhadap belasan santri dengan modus sekolah gratis. Enam di antaranya masih di bawah umur.

Logompn

Published

on

Belasan Santri Laki Laki Dicabuli Pimpinan Ponpes di Ponorogo, Modusnya Sekolah Gratis
Belasan Santri Laki-Laki Dicabuli Pimpinan Ponpes di Ponorogo, Modusnya Sekolah Gratis. Ilustrasi Canva

Jawa Timur, MPN Indonesia 20 Mei 2026 - Seorang kiai pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap belasan santri laki-laki.

Dugaan perbuatan itu disebut telah berlangsung sejak 2017 dengan total korban 11 santri laki-laki, enam di antaranya masih anak-anak.

Awal Mula Kasus Terungkap

Dalam penanganan awal kasus ini, pihak kepolisian menyebut laporan masuk melalui layanan 110 pada Selasa dini hari (19/5).

Setelah laporan diterima, aparat melakukan pengecekan ke lokasi di Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

“Benar, kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Ponorogo,” ujar Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali, kepada wartawan, Selasa (19/5).

Modus Pelaku

Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban, modus yang diduga dilakukan pelaku adalah memberikan iming-iming sekolah gratis, namun kenyataannya orang tua tetap diminta membayar.

Setelah menjadi santri, korban dipanggil ke ruangan pribadi pelaku untuk pijat refleksi sebelum diduga terjadi tindakan asusila.

Pola ini disebut berlangsung dalam jangka waktu panjang di lingkungan pesantren tersebut.

Masih dalam Pendalaman

Dugaan kekerasan seksual tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan jumlah korban masih dalam tahap verifikasi.

Dalam perkembangan awal, polisi masih melakukan pendalaman serta pengumpulan alat bukti.

Proses pendalaman masih dilakukan untuk memastikan seluruh fakta, termasuk kemungkinan adanya korban tambahan.

“Masih kami dalami jumlah korbannya berapa, karena laporannya baru masuk tadi pagi. Tim masih melakukan penyelidikan,” jelas Imam.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  WNA asal China Diduga jadi Korban Pelecehan di Bali saat "Outfit Check"

Trending