Connect with us

Kriminal

WNA asal China Diduga jadi Korban Pelecehan di Bali saat “Outfit Check”

WNA China diduga menjadi korban pelecehan seksual saat merekam video di Lovina, Bali. Pemerintah Desa Kalibukbuk telah memanggil pria yang terlibat.

Logompn

Published

on

WNA Asal China Diduga jadi Korban Pelecehan Di Bali
Unggahan Kejadian Pelecehan Seksual Aurosa. Gambar: Instagram/@aurosa_a

Bali, MPN Indonesia 12 Agustus 2026 - Seorang WNA China diduga menjadi korban pelecehan seksual saat merekam video outfit check di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (8/8).

Peristiwa yang viral di media sosial itu melibatkan seorang pria yang diduga melakukan tindakan tidak senonoh.

Pemerintah Desa Kalibukbuk kemudian menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memanggil pria yang bersangkutan, memberikan pembinaan, serta menyampaikan permintaan maaf kepada korban melalui media sosial.

Awal Mula Dugaan Pelecehan 

Pria yang diduga melakukan tindakan tersebut baru selesai mengantar atau melihat wisatawan yang mengikuti aktivitas wisata lumba-lumba di kawasan Lovina.

Menurut informasi yang diterima dari nelayan setempat, pria tersebut kemudian berjalan ke arah kawasan sebelum Hotel Starlight hingga bertemu dengan wisatawan asal China.

“Katanya pagi, menurut nelayan, sehabis lihat tamu dolpin dia jalan ke barat sebelum Hotel Starlight ketemu tamu China. Caranya ramah, ceritanya salaman begitu,” ujar Perbekel Desa Kalibukbuk I Ketut Suka.

Pria tersebut, awalnya terlihat bersikap ramah. Ia menyalami korban dan mengucapkan selamat berlibur.

Namun, jabat tangan itu berlangsung cukup lama hingga korban menyadari tangannya diarahkan ke bagian kemaluan pria tersebut.

“Kenapa kamu berjabat tangan selama itu? Aku nggak tahu sebenarnya kamu mau melakukan apa. Sampai akhirnya aku sadar, ternyata sudah terlambat,” kata Aurosa, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @aurosa_a pada Rabu (12/8).

Korban mengaku mengalami tekanan emosional setelah kejadian itu. Ia menyebut dirinya menangis saat kembali ke penginapan dan mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

Pemerintah desa menyebut pria yang diduga terlibat merupakan warga Desa Kalibukbuk bernama Wayan Sedana alias Nane.

Pemerintah Desa Kalibukbuk Tindaklanjuti Kasus

Perbekel Desa Kalibukbuk I Ketut Suka mengatakan pihak desa baru mengetahui kejadian tersebut setelah video korban beredar di media sosial.

Baca Juga:  Isi Gugatan Tutut Soeharto ke Menkeu: Minta Cabut Cekal ke Luar Negeri

“Kejadiannya Sabtu, kebetulan Minggu baru tahu. Dapat laporan dari nelayan, kemudian Senin kita panggil dan kita selesaikan,” ujar Suka, Selasa (11/8).

Setelah menerima informasi, pemerintah desa memanggil pria tersebut pada Senin (10/8). Selain itu, keluarga pria tersebut juga dipanggil untuk ikut mengawasi perilakunya.

Menurut Suka, keluarga mengakui pria tersebut selama ini sulit diatur sehingga pemerintah desa meminta keluarga ikut melakukan pengawasan.

“Kami sudah bina, bahkan kami ancam kalau lagi-lagi berulah seperti ini, akan kami ambil tindakan tegas,” ujarnya.

Pemerintah desa juga menegaskan tidak menyebut pria tersebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), meski warga mengenalnya sebagai sosok yang kerap berjalan di sekitar desa dan terkadang berbicara tidak terarah.

Permintaan Maaf Disampaikan kepada WNA China

Pemerintah Desa Kalibukbuk menyampaikan permintaan maaf kepada korban melalui akun Instagram miliknya.

“Kami juga sudah kirim permohonan maaf dari pihak desa ke akun wisatawannya atas ketidaknyamanan yang diterima. Kami juga sudah menjelaskan bahwa kami telah mengambil tindakan cepat terkait informasi ini,” kata Suka.

Pihak desa mengaku belum sempat bertemu langsung dengan korban karena wisatawan tersebut telah meninggalkan kawasan Lovina setelah kejadian.

“Kami belum sempat ketemu tamunya karena langsung check out. Setelah kejadian itu langsung posting Instagram. Kami kaget lihat itu, akhirnya kami cari tahu,” jelas Suka.

Menurut pemerintah desa, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian yang terjadi di wilayah Desa Kalibukbuk sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Hingga Selasa (11/8), penanganan kasus kriminal tersebut masih diselesaikan di tingkat desa dan belum dilaporkan kepada kepolisian.

“Kami sementara tidak buat laporan polisi karena sudah ada niat etika baik dari keluarga yang ikut mengawasi gerak-gerik mereka agar tidak mengulangi hal-hal seperti itu,” kata Suka.

Baca Juga:  Momen Luna Maya Rayakan Ulang Tahun ke-43 bersama Maxime Bouttier dan Ibunda di Bali

(AKM/NID/RAD)


MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending