Connect with us

Berita

Diduga Hipotermia, Pendaki di Gunung Leuser Meninggal Dunia

Seorang pendaki asal Binjai, Sumatra Utara, Kris Biantoro (49), meninggal saat melakukan pendakian di Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Kamis (9/4).

Logompn

Published

on

Diduga Hipotermia, Pendaki di Gunung Leuser Meninggal Dunia
Ilustrasi. Diduga Hipotermia, Pendaki di Gunung Leuser Meninggal Dunia. Gambar: Ilustrasi Canva

Aceh, MPN Indonesia 13 April 2026 - Seorang pendaki asal Binjai, Sumatra Utara, Kris Biantoro (49), meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Kamis (9/4).

Korban diduga mengalami hipotermia ketika berada di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), tepatnya di Kamp Lapangan Bola.

“Kris mengalami kondisi hipotermia di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Leuser dengan lokasi detail Kamp Lapangan Bola saat perjalanan turun/pulang,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blangkejeren, Ali Sadikin, kepada wartawan, Jumat (10/4).

Korban Sempat Diberi Pertolongan Pertama

Berdasarkan keterangan ketua tim, korban mulai mengalami hipotermia sekitar pukul 07.30 WIB.

Tim pendaki yang terdiri dari 13 orang serta dua pemandu segera memberikan pertolongan pertama menggunakan metode resusitasi jantung paru (RJP), namun korban tidak menunjukkan respons.

Ketua tim kemudian melaporkan kondisi darurat tersebut kepada pihak TNGL sekitar pukul 10.00 WIB.

Setelah menerima laporan adanya pendaki meninggal dunia, pihak TNGL segera berkoordinasi dengan kepolisian dan Basarnas untuk melakukan evakuasi jenazah.

Korban dan Rombongan Penuhi Syarat Administrasi

Berdasarkan data Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Kris Biantoro berangkat mendaki dengan ketua tim Sugar Ray Leonard.

Rombongan memulai pendakian pada 31 Maret dan dijadwalkan kembali ke pos pada 9 April.

Seluruh pendaki, termasuk korban, telah melengkapi persyaratan administrasi berupa surat keterangan berbadan sehat yang diterbitkan di Banda Aceh pada 27 Maret 2026.

Ali Sadikin juga memastikan bahwa seluruh anggota rombongan memiliki izin resmi untuk memasuki kawasan konservasi.

Baca Juga:  Minta Maaf soal Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Pengasuh: Ini Takdir dari Allah

“Korban dan pendaki lainnya memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi). Mereka mendaki dengan tujuan pendakian bersama di Gunung Leuser,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending