Connect with us

Berita

Drama Penamparan di SMAN 1 Cimarga Tuntas, Kepsek dan Siswa Saling Memaafkan

Polemik dugaan penamparan siswa oleh Kepala SMAN 1 Cimarga, Banten yang sempat viral, berakhir damai pada Rabu (15/10).

Logompn

Published

on

Drama Penamparan di SMAN 1 Cimarga Tuntas, Kepsek dan Siswa Saling Memaafkan
Drama Penamparan di SMAN 1 Cimarga Tuntas, Kepsek dan Siswa Saling Memaafkan | Gambar: Kolase TikTok/@netizen_serang

Banten, MPN Indonesia 16 Oktober 2025 - Polemik dugaan penamparan siswa oleh Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria, yang sempat viral, diselesaikan secara kekeluargaan pada Rabu (15/10).

Kedua pihak, yakni kepala sekolah dan siswa berinisial ILP alias Indra, bertemu di ruang kerja Gubernur Banten, Andra Soni, untuk saling memaafkan. Proses perdamaian itu berlangsung setelah Gubernur Banten memfasilitasi pertemuan tersebut.

Dalam momen yang difasilitasi oleh Andra Soni tersebut, Dini dan siswanya saling menangkupkan tangan sebagai simbol permintaan maaf.

“Ibu maafkan dan begitu juga ibu minta maaf terkait kata-kata itu. Semoga di hati Indra lukanya nanti hilang,” kata Dini seperti dikutip MPN Indonesia dari unggahan TikTok @netizen_serang pada Kamis (16/10).

Indra pun mengakui kesalahannya karena merokok di lingkungan sekolah dengan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Maafin juga, Bu. Saya sebenarnya salah merokok di sekolah, dan saya minta maaf ke Bu Dini,” ujarnya.

Kronologi Dugaan Penamparan

Insiden penamparan terjadi pada Jumat (10/10), saat Dini memergoki Indra sedang merokok di kantin belakang sekolah.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan Banten, Luqman, awalnya kepala sekolah menegur siswa dengan menggunakan bahasa kasar.

“Ngerokok di (kantin) belakang, ketahuan kepala sekolah, dan kepala sekolah mengingatkan dengan bahasa ‘goblok’ yang mungkin biasa di sana,” jelas Luqman pada Selasa (14/10).

Menurut pengakuan Indra, ia sempat kabur namun dikejar oleh kepala sekolah. Setelah tertangkap, siswa itu mengaku diminta mencari puntung rokok dan ditendang sekali di bagian kaki.

Ia juga kemudian dibawa ke ruang Bimbingan Konseling (BK), di mana ia mengaku ditampar di pipi kanan satu kali.

Baca Juga:  Sebanyak 500 Pegawai Otorita IKN Sudah Mulai Berkantor di IKN sejak 3 Maret 2025

Luqman juga mengakui adanya tindak pemukulan tersebut berdasarkan pernyataan dari kepala sekolah.

“Tapi ada menggeplak, enggak tahu kencang atau enggak, saya enggak tahu. (Itu) pengakuan dari kepala sekolah,” jelasnya.

Picu Aksi Protes dari Kalangan Siswa

Insiden ini kemudian memicu aksi protes dari ratusan siswa SMAN 1 Cimarga yang melakukan mogok belajar.

Aksi ini muncul sebagai bentuk protes terhadap tindakan kepala sekolah terhadap Indra. Akibatnya, 19 ruang kelas di sekolah tersebut kosong.

Sementara itu, orang tua Indra juga tidak menerima perlakuan tersebut dan sempat melapor ke Polres Lebak.

“Saya enggak puas, enggak rida sampai anak saya ditampar, saya pingin ke jalur hukum pokoknya,” ujar ibunda Indra.

Klarifikasi Kepala Sekolah

Sementara itu, Dini mengungkapkan bahwa tindakannya bukan didasari kebencian, melainkan bentuk tanggung jawab moral sebagai pendidik.

“Tidak ada guru ingin menganiaya muridnya. Bahwa hari itu terjadi begitu saja, refleks, dan sebagaimana pun seorang guru kepada muridnya itu adalah bentuk kasih sayangnya,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui kekhilafan dalam tindakan tersebut dan telah meminta maaf kepada siswa secara langsung.

“Hanya saja mungkin diwarnai dengan kekhilafan saja. Saya akui dan itu ibu minta maaf,” ucapnya.

Gubernur Banten, Andra Soni yang menjadi mediator dalam peristiwa tersebut menyampaikan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan dengan hati yang lapang. Yang penting, kita jadikan ini pelajaran untuk lebih baik ke depan,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending