Connect with us

Berita

Dua Anggota Polres Katingan yang Hilang saat Gerebek Narkoba Ditemukan Gugur

Dua polisi Polres Katingan yang hilang saat operasi narkoba di Tumbang Kalemei ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai.

Logompn

Published

on

Dua Anggota Polres Katingan yang Hilang saat Gerebek Narkoba Ditemukan Gugur
Dua Anggota Polres Katingan yang Hilang saat Gerebek Narkoba Ditemukan Gugur. Gambar: Instagram/@kejari_katingan

Kalimantan Tengah, MPN Indonesia 6 Juli 2026 - Dua anggota polisi dari Polres Katingan, Kalimantan Tengah, yang hilang saat operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan pada Minggu (5/7) sekitar pukul 09.00 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, Basarnas, dan masyarakat yang menyisir sungai serta kawasan hutan di Kalimantan Tengah.

“Telah ditemukan satu jenazah atas nama Aiptu Sumariyanto,” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7).

Jenazah ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei dan kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Palangka Raya.

“Jenazah dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangka Raya,” ujar Brigjen Eko.

Sebelumnya, satu anggota lain, Bripda Nopandri Ramadhana, juga ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/7) setelah sempat hilang dalam operasi yang sama.

Kronologi Operasi dan Penyerangan

Operasi penggerebekan yang dilakukan oleh 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran narkotika di wilayah Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.

Hasil penyelidikan mengarah pada target berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tim penindakan di lokasi target dan tim pendukung.

Pada awalnya, polisi berhasil mengamankan target operasi.

Namun situasi berubah ketika sejumlah orang di lokasi bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan.

Dalam laporan kepolisian, massa yang terlibat penyerangan semakin bertambah sehingga kondisi tidak terkendali.

Baca Juga:  Polisi Buru Guru SD Jaksel yang Diduga Cabuli Murid Kelas 3

Personel polisi berusaha menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai dan berlindung di hutan sekitar lokasi kejadian.

Proses Pencarian dan Penemuan

Pencarian terhadap korban dilakukan secara intensif dengan menyusuri aliran sungai menggunakan tiga unit perahu karet dan delapan kapal kecil, serta penyisiran darat di hutan sekitar.

Tim gabungan memperluas area pencarian hingga ke pasar Desa Samba.

Bripda Nopandri ditemukan setelah dua hari pencarian dalam kondisi meninggal dunia dan Aiptu Sumariyanto ditemukan di hari berikutnya.

Kapolres Katingan Ajun Komisaris Besar Dodik Hartono menjelaskan bahwa jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan mengapung dan tersangkut kayu di Sungai Katingan, sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian.

Korban dalam Insiden

Dalam insiden tersebut, terdapat 4 korban jiwa, yaitu:

  • Aipda Yudhie Perdana Putra meninggal dunia di lokasi kejadian akibat serangan senjata tajam.
  • Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan meninggal dunia, Sabtu (4/7).
  • Aiptu Sumariyanto ditemukan meninggal dunia, Minggu (5/7).
  • Satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku.

Penyelidikan dan Proses Hukum

Pascakejadian, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan.

“Tim masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat,” kata Brigjen Eko.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membantu proses pengungkapan kasus ini dengan memberikan informasi yang relevan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending