Berita
KLH Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin selama Berhari-hari
Kebakaran TPA Jatiwaringin mulai terkendali setelah enam hari. KLH menyebut kebakaran diduga berasal dari area tanpa sistem controlled landfill.
Banten, MPN Indonesia 6 Juli 2026 - Kebakaran yang terjadi di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten telah berlangsung selama beberapa hari sejak Selasa (30/6).
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Irjen Pol. Rizal Irawan, menyebutkan dugaan penyebab kebakaran tersebut berasal dari area yang belum menerapkan controlled landfill.
“Kami belum mendalami. Sementara api dimungkinkan dari area yang belum controlled landfill,” ungkapnya saat ditemui di TPA Jatiwaringin, Minggu (5/7).
Penanganan Kebakaran
Kebakaran di lokasi pengelolaan sampah itu ditangani melalui operasi gabungan lintas sektor sejak hari pertama hingga Minggu (5/7), dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, serta tim pemadam.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH M. Jumhur Hidayat menyampaikan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin menunjukkan perkembangan setelah enam hari operasi intensif.
“Ini hari keenam dan berkat kerja keras semua pihak, mulai dari BNPB, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, Dinas Kesehatan, hingga dukungan berbagai kementerian, kondisi kebakaran terus membaik. Dari sekitar 70 persen area yang semula terbakar, kini tinggal sekitar 3,6 persen,” ujar Jumhur, dikutip MPN Indonesia melalui laman KLH pada Senin (6/7).
Metode Pemadaman
Penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten dilakukan melalui berbagai metode secara simultan.
Tim gabungan menggunakan teknik water bombing dari udara, penyiraman langsung, hingga injeksi air ke lapisan bawah timbunan sampah untuk memadamkan api yang sulit dijangkau.
Selain itu, pemadaman darat dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan titik api tidak kembali muncul.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan menjelaskan operasi pemadaman akan terus diperkuat, termasuk kemungkinan penerapan modifikasi cuaca.
“Untuk modifikasi cuaca kami masih menunggu terbentuknya awan yang memenuhi syarat. Berdasarkan informasi BMKG, dalam sekitar enam hingga tujuh hari ke depan terdapat potensi awan sehingga akan dimanfaatkan. Sementara itu, water bombing tetap dilaksanakan dan pemadaman dari bawah dilakukan menggunakan metode injeksi air ke dalam timbunan sampah,” jelas Budi Irawan.
Dampak dan Perlindungan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas selama proses penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pemantauan kesehatan warga terdampak dilakukan oleh Dinas Kesehatan sejak hari pertama kejadian, termasuk di lokasi pengungsian yang disiapkan.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan hingga saat ini tidak terdapat warga yang harus dirujuk ke rumah sakit akibat dampak kebakaran.
“Yang utama adalah memastikan keselamatan petugas dan masyarakat. Dinas Kesehatan siaga di posko pengungsian sejak hari pertama. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan telah ditangani dan sampai saat ini tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit,” ujar Maesyal Rasyid.
Selain penanganan kebakaran, koordinasi lintas sektor juga difokuskan pada upaya mencegah pencemaran udara dan dampak lingkungan lainnya.
Upaya Lanjutan dan Kesiapsiagaan Nasional
Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin belum sepenuhnya selesai meskipun kondisi api utama telah terkendali.
Faktor cuaca panas masih menjadi risiko yang dapat memicu kebakaran kembali apabila tidak diantisipasi.
KLH juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang kesiapsiagaan dan antisipasi kebakaran di TPA pada kondisi cuaca panas ekstrem.
“Saya meminta seluruh bupati dan wali kota yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah agar memastikan kesiapsiagaan menghadapi El Nino. Pastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar TPA, siapkan sumber air, dekatkan sarana pemadam kebakaran, dan lakukan mitigasi sejak dini,” tegasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
