Ekonomi
Bahas Kilang Minyak di Hadapan Komisi XI DPR, Menkeu Purbaya: Pertamina Malas-malasan
Menkeu Purbaya sebut Pertamina malas-malasan bangun kilang minyak baru. Hal ini membuat impor BBM melonjak dan subsidi energi APBN terus membengkak.
MPN Indonesia 1 Oktober 2025 - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menuding PT Pertamina (Persero) bermalas-malasan dalam membangun kilang minyak baru.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Selasa (30/9).
Pertamina Dinilai Lalai Bangun Kilang
Purbaya menegaskan bahwa kebutuhan energi nasional terus meningkat, tetapi Indonesia masih bergantung pada impor BBM, terutama dari Singapura.
Menurutnya, hal ini terjadi karena pembangunan kilang minyak baru tidak kunjung terealisasi.
“Jadi kilang itu bukan kita enggak bisa bikin proyeknya, cuma Pertaminanya malas-malasan saja,” ujar Purbaya dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube TVR Parlemen pada Rabu (1/10).
Ia menyoroti janji Pertamina pada 2018 untuk membangun tujuh kilang baru dalam waktu lima tahun. Namun hingga kini, tidak ada satu pun kilang yang berdiri.
Tawaran Investor China yang Ditolak
Purbaya mengungkapkan, pada 2018 ada investor asal China yang siap membangun kilang minyak di Indonesia dengan skema kerja sama 30 tahun.
Setelah masa itu berakhir, kilang bisa diambil alih Pertamina secara gratis.
Namun, tawaran tersebut ditolak dengan alasan risiko kelebihan kapasitas.
“Pertamina bilang sudah mau bikin tujuh kilang baru. Tapi sampai sekarang kan enggak ada satupun,” ucap Purbaya.
Dampak pada Subsidi dan APBN
Mandeknya pembangunan kilang membuat impor BBM membengkak.
Kondisi ini memperberat subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Subsidi energi naik terus dari tahun ke tahun. Solar, diesel, kita banyak impornya sampai puluhan miliar dollar setahun,” jelas Purbaya.
Hingga Agustus 2025, realisasi subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp218 triliun, atau 43,7 persen dari pagu Rp498,8 triliun.
DPR Diminta Ikut Mengawasi
Purbaya meminta DPR untuk menekan Pertamina agar segera merealisasikan pembangunan kilang.
Ia menegaskan perannya bukan sekadar menyetujui pembayaran subsidi, melainkan mengawasi agar proyek strategis berjalan.
“Dari saya kontrol, dari bapak-bapak juga kontrol. Karena kita rugi besar kalau terus impor dari Singapura,” tegasnya.
Rencana Pemerintah Bangun 18 Proyek Energi
Di sisi lain, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto sudah menyiapkan pembangunan kilang dan tangki minyak (oil storage) di berbagai daerah.
Total ada 18 proyek senilai Rp232 triliun yang mencakup pembangunan kilang Rp160 triliun dengan serapan tenaga kerja 44.000 orang serta proyek tangki minyak Rp72 triliun dengan 6.960 lapangan kerja.
Lokasi pembangunan tersebar dari Aceh hingga Papua, termasuk Lhokseumawe, Natuna, Cilegon, Surabaya, Makassar, dan Fakfak. Seluruh proyek berada di bawah koordinasi Danantara.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
