Connect with us

Ekonomi

Danantara Libatkan Purbaya dalam Negosiasi Utang Whoosh dengan China

CIO Danantara menyatakan bahwa Menkeu Purbaya akan ikut dalam negosiasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dilakukan di China.

Logompn

Published

on

Danantara libatkan purbaya dalam negosiasi utang whoosh dengan china
Danantara Libatkan Purbaya dalam Negosiasi Utang Whoosh dengan China | Gambar: Instagram/@pandusjahrir

MPN Indonesia 21 November 2025 - Proses negosiasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) kembali mencuat setelah pemerintah mempertimbangkan pelibatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan ikut serta dalam negosiasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang akan dilakukan di China.

“Iya dong (ikut). Pak Purbaya kan Menkeu, dia tentu akan masuk di sana,” ujarnya kepada wartawan usai acara Business Forum di Jakarta pada Rabu (19/11).

Namun, Pandu belum menjelaskan secara spesifik jadwal keberangkatan tim negosiasi ke China, dan menyebut bahwa keputusan mengenai waktu keberangkatan sepenuhnya berada di tangan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

Purbaya Mau Ikut Negosiasi

Proses negosiasi ini bertujuan untuk merestrukturisasi utang proyek Whoosh yang nilainya mencapai miliaran dolar Amerika Serikat.

Pemerintah kini sedang dalam tahap kajian untuk menentukan skema penanganan utang dan potensi kerugian keuangan negara dari proyek tersebut.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyatakan bahwa keterlibatannya dalam proses diskusi diperlukan agar ia tidak hanya mengetahui hasil akhir, tetapi juga memahami keseluruhan proses yang berlangsung.

“Makanya saya bilang, kalau nanti mereka (Danantara) diskusi di sana (China), saya ikut. Saya mau lihat, jangan sampai saya rugi-rugi amat. Tapi kita lihat yang terbaik buat negara ini,” katanya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (14/11).

Meski menyatakan tidak ingin APBN digunakan untuk menalangi utang proyek Whoosh, Purbaya menyadari bahwa keputusan akhir berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau saya, mending nggak bayar. Tapi itu kan ada kebijakan pemimpin di atas, ya, ini belum putus,” ujarnya.

Baca Juga:  China Tolak Masuk 100 Kontainer Durian Thailand karena Diwarnai

Rencana Restrukturisasi dan Komposisi Pendanaan

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, pada akhir Oktober 2025 menyatakan bahwa proses restrukturisasi utang ditargetkan rampung tahun ini.

Danantara akan segera berangkat ke China untuk membahas ulang ketentuan pembayaran utang dengan pihak China Development Bank.

“Ini menjadi poin negosiasi kami, berkaitan dengan jangka waktu pinjaman, suku bunga, kemudian juga ada beberapa mata uang yang akan kami diskusikan dengan mereka,” kata Dony kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025.

Sejak dimulai pada tahun 2016, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki total biaya sebesar US$ 7,2 miliar atau sekitar Rp120 triliun (mengacu pada kurs Rp16.707 per dolar AS).

Jika dirincikan, pembiayaan tersebut terdiri dari investasi awal sebesar US$ 6,02 miliar dan pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$ 1,21 miliar.

Dari angka tersebut, 75 persen pendanaan berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara 25 persen sisanya berasal dari ekuitas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Adapun komposisi pemegang saham KCIC sebesar 60 persen dipegang oleh konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sedangkan 40 persen sisanya dipegang konsorsium China Beijing Yawan HSR Co Ltd.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending